⌂ Beranda News Kepercayaan Pasar Keuangan Indonesia: Saatnya Membangun Kembali Kredibilitas

Kepercayaan Pasar Keuangan Indonesia: Saatnya Membangun Kembali Kredibilitas

Kepercayaan Pasar Keuangan Indonesia: Saatnya Membangun Kembali Kredibilitas
Grafik IHSG menguat
A A Ukuran Teks16px

Yang sedang mengalami erosi adalah tingkat keyakinan investor terhadap arah kebijakan ekonomi.

Karena itu, respons yang dibutuhkan bukan sekadar intervensi di pasar valuta asing atau langkah teknis di pasar modal.

Yang jauh lebih penting adalah membangun kembali kredibilitas kebijakan secara menyeluruh.

Pertama, pemerintah harus memberikan penegasan yang tegas dan tidak multitafsir bahwa independensi Bank Indonesia tetap terjaga. Stabilitas harga dan nilai tukar harus tetap menjadi mandat utama bank sentral.

Tujuan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja memang penting, tetapi tidak boleh mengaburkan fungsi utama BI sebagai penjaga stabilitas makroekonomi.

Kedua, disiplin fiskal harus diperlihatkan secara nyata. Pasar membutuhkan kepastian bahwa berbagai program prioritas pemerintah tetap dijalankan dalam koridor kemampuan anggaran negara.

>>> San Antonio Spurs Targetkan Kemenangan di Gim Kedua Final NBA

Transparansi sumber pembiayaan, proyeksi defisit, serta pengelolaan utang harus dikomunikasikan secara terbuka dan konsisten.

Ketiga, pemerintah perlu mengevaluasi berbagai kebijakan yang menimbulkan persepsi meningkatnya intervensi negara dalam aktivitas ekonomi. Investor pada dasarnya tidak menolak kehadiran negara.

Namun mereka membutuhkan kepastian bahwa mekanisme pasar tetap dihormati dan keputusan bisnis tidak dibayangi ketidakpastian regulasi yang berubah-ubah.

Keempat, komunikasi publik harus diperbaiki. Dalam situasi pasar yang penuh kecemasan, kekosongan informasi akan selalu diisi oleh spekulasi.

Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan pelaku kebijakan ekonomi lainnya harus berbicara dalam satu suara, menyampaikan arah kebijakan secara jelas, terukur, dan konsisten.

Indonesia sesungguhnya masih memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat.

Pertumbuhan ekonomi tetap positif, rasio utang pemerintah masih terkendali, sektor perbankan terjaga, dan posisi Indonesia dalam rantai pasok komoditas strategis dunia tetap penting.

Persoalannya bukan pada fundamental yang runtuh, melainkan pada persepsi risiko yang meningkat tajam.

Karena itu, situasi saat ini harus dijadikan peringatan serius. Jangan sampai arus keluar modal yang semula bersifat sementara berubah menjadi relokasi investasi yang permanen.

Kepercayaan yang hilang membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk dipulihkan dibandingkan waktu yang diperlukan untuk merusaknya.

Pasar telah menyampaikan pesannya melalui pelemahan rupiah, anjloknya IHSG, dan derasnya modal yang mengalir ke negara lain.

Kini giliran pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi tempat yang aman, kredibel, dan menarik bagi investasi.

>>> Menkeu Purbaya Koordinasi dengan BI untuk Stabilkan Rupiah di Tengah Depresiasi

Sebab pada akhirnya, jangkar utama stabilitas ekonomi bukan hanya cadangan devisa atau suku bunga, melainkan kepercayaan yang lahir dari kebijakan yang konsisten, rasional, dan dapat dipercaya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru