Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hingga 5 persen pada awal perdagangan Kamis (4/6/2026).
Indeks berada di level 5.644,23 pada pukul 09.57 WIB, turun dari penutupan sebelumnya di 5.941,07.
>>> Knicks Taklukkan Spurs di Game 1 Final NBA
Level tersebut merupakan yang terendah sejak 1 Desember 2020.
Penyebab Penurunan
Penurunan tajam ini dipicu oleh sejumlah sentimen negatif. Salah satunya adalah kecemasan investor institusional terhadap prospek Danantara Investment Management.
Selain itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat melemah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS.
>>> Uji Ketajaman Mata dengan Teka Teki Angka Tersembunyi
Pelemahan Rupiah meningkatkan kekhawatiran atas beban operasional emiten yang memiliki utang valuta asing besar.
Tekanan jual juga terjadi karena investor bersikap antisipatif menjelang publikasi pemeringkatan dari S&P Global Ratings.
>>> Siloam Hospitals Tangani Lonjakan Kasus Katup Jantung Degeneratif
Dua agenda evaluasi indeks dari MSCI pada pertengahan Juni turut mendorong aksi jual.
MSCI dijadwalkan merilis Market Accessibility Review pada 19 Juni dan Classification Review pada 24 Juni.
Hal ini mendorong investor asing mempercepat mitigasi risiko dengan mengurangi eksposur aset di Indonesia.
>>> Microsoft Luncurkan Chip Majorana 2, Targetkan Komputer Kuantum Komersial 2029
Sepanjang tahun ini, IHSG telah mencatatkan jarak penurunan dari titik tertinggi hingga terendah sebesar 3.000 poin.