Empat saham perbankan berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia mencatatkan kenaikan harga pada penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.
Penguatan ini terjadi setelah tekanan jual terkait penyesuaian bobot portofolio indeks MSCI mulai mereda.
>>> 4 Posisi Plasenta dan Dampaknya bagi Ibu Hamil
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,05% ke posisi Rp 3.040 per saham.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 2,21% ke level Rp 4.170, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 2,19% ke Rp 5.825, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meningkat 1,62% menjadi Rp 3.760 per saham.
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, meredanya tekanan jual menjadi katalis utama technical rebound.
Rata-rata saham perbankan sebelumnya sudah berada pada kondisi jenuh jual (oversold).
>>> Rawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir dengan Lima Langkah Sederhana Ini
Sentimen positif juga didukung oleh kebijakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mempertahankan bunga penjaminan di level 3,50% serta intervensi valas oleh Bank Indonesia.
Rekomendasi Analis
Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi accumulative buy dengan target harga Rp 6.375 untuk BBCA, Rp 4.520 untuk BBNI, Rp 3.670 untuk BBRI, dan Rp 5.500 untuk BMRI.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk BBRI pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, dengan target harga harian Rp 3.060 dan batas masuk Rp 3.000 hingga Rp 3.040.
Analis Phintraco Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli untuk BBRI dengan penyesuaian harga wajar menjadi Rp 4.280 dari sebelumnya Rp 4.710.
>>> Raja Charles III Anugerahi Idris Elba Gelar Ksatria Sir
Namun, risiko tetap ada berupa potensi lonjakan biaya dana dan tekanan kualitas aset pada segmen mikro dan UMKM di tengah suku bunga tinggi.
Nafan menambahkan bahwa fundamental industri perbankan nasional masih kokoh dengan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang stabil.
Penurunan harga BBCA sebelumnya dinilai telah membentuk valuasi yang lebih murah dengan price to book value sekitar 2,8 kali, dari sebelumnya 4 hingga 5 kali.
Sebelumnya, persaingan kapitalisasi pasar sempat membuat PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyalip BBRI untuk menduduki peringkat kedua pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.
>>> TV Tokyo Rencanakan Proyek Baru Anime Naruto Mulai 2027
Posisi pertama masih dikuasai oleh BBCA dengan kapitalisasi pasar Rp 696 triliun.