Posisi menempelnya plasenta pada dinding rahim setelah implantasi bervariasi pada setiap ibu hamil. Letak ini umumnya terdeteksi melalui USG transabdominal saat usia kehamilan 18 hingga 22 minggu.
Menurut bidan bersertifikat Diane Johnson, APRN-CNM, posisi plasenta umumnya normal. Namun, letaknya dapat memengaruhi intensitas gerakan janin serta metode pemantauan kehamilan.
>>> Rawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir dengan Lima Langkah Sederhana Ini
Ada empat letak utama yang sering ditemukan oleh tim medis. Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri.
Empat Posisi Utama Plasenta
Pertama adalah posisi anterior, di mana plasenta melekat pada bagian depan rahim. Ari-ari berada di antara bayi dan dinding perut ibu.
Kondisi ini membuat ibu hamil cenderung merasakan gerakan janin di area samping, atas, atau bawah perut. Tendangan bayi bisa terasa lebih lembut atau diredam.
Kedua adalah posisi posterior, yaitu plasenta berada di dinding belakang rahim dekat tulang punggung. Tanpa bantalan di depan, ibu biasanya lebih cepat merasakan tendangan janin.
>>> Raja Charles III Anugerahi Idris Elba Gelar Ksatria Sir
Ketiga adalah posisi fundal, di mana plasenta menempel di bagian paling atas rahim. Letak ini bersifat netral dan tidak mengganggu gerakan bayi maupun proses persalinan.
Keempat adalah posisi lateral, yaitu plasenta menempel di sisi kiri atau kanan rahim. Persepsi gerakan bayi akan menyesuaikan lokasi tersebut tanpa memicu komplikasi.
Kondisi Plasenta yang Perlu Diwaspadai
Plasenta letak rendah terjadi bila tepi plasenta berjarak kurang dari 2 cm dari bukaan rahim. Kondisi ini biasanya dievaluasi kembali pada minggu ke-28 hingga ke-32.
>>> TV Tokyo Rencanakan Proyek Baru Anime Naruto Mulai 2027
Menurut Diane Johnson, saat rahim membesar, plasenta akan semakin menjauh dari serviks. Plasenta previa terjadi saat ari-ari menutupi sebagian atau seluruh bukaan serviks.
Pemeriksaan USG transvaginal diperlukan karena posisi ini memicu risiko pendarahan tinggi. Ibu hamil dengan plasenta previa atau letak rendah disarankan istirahat total.
Pengaruh Terhadap Persalinan
Empat posisi normal plasenta umumnya tidak memengaruhi metode melahirkan. Namun, plasenta anterior berpotensi membuat bayi menghadap ke atas akibat pengaruh tali pusar.
Bila kondisi previa atau letak rendah bertahan hingga usia kehamilan 36 minggu, operasi caesar harus dilakukan.
>>> BKN Pastikan Poster Seleksi CPNS 2026 yang Beredar Merupakan Hoaks
"Anda tidak dapat melahirkan bayi Anda melalui plasenta, itu tidak aman," ujar Diane Johnson.