DIM menerapkan mekanisme persetujuan berlapis untuk setiap proposal investasi yang diajukan. Proses evaluasi melibatkan Komite Investasi internal, direksi, dewan komisaris, hingga BPI Danantara sebagai pemegang saham tunggal.
Kondisi Keuangan dan Outlook
Dari sisi keuangan, posisi likuiditas DIM berada dalam kategori sangat kuat yang ditopang oleh suntikan modal BPI Danantara.
Dana penyertaan modal tersebut berasal dari aliran dividen BUMN dalam struktur Danantara.
Pada 2025, DIM menerima injeksi modal awal sebesar Rp70 triliun dan diperkirakan memperoleh tambahan modal Rp50 triliun pada 2026.
BPI Danantara juga berwenang bertindak sebagai penjamin bagi DIM dengan persetujuan Dewan Pengawas.
>>> Pegadaian Resmi Ekspansi ke Timor Leste, Buka Cabang Luar Negeri Pertama
Moody's mencatat DIM telah membangun sumber pendanaan eksternal yang cukup besar melalui berbagai instrumen keuangan. Perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar Rp68,4 triliun melalui penerbitan Patriot Bonds.
DIM juga memperoleh fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) senilai US$10 miliar, dengan US$1 miliar berstatus committed.
Sebagian fasilitas kredit tersebut telah digunakan untuk mendanai investasi pada private fund dan aset sektor properti.
"Likuiditas DIM sangat kuat.
Perusahaan juga telah membangun saluran pendanaan eksternal, termasuk melalui penerbitan Patriot Bonds dan fasilitas kredit bergulir," lanjut laporan tersebut.
DIM tidak memiliki kewajiban pembayaran dividen serta tidak menghadapi jatuh tempo utang dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Kondisi keuangan ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi perusahaan dalam pengelolaan kas.
Outlook negatif pada DIM sepenuhnya mengikuti outlook negatif yang saat ini melekat pada peringkat sovereign Indonesia.
Peluang kenaikan peringkat dalam waktu dekat dinilai kecil karena keterkaitan yang sangat kuat tersebut.
Peringkat DIM diperkirakan bergerak sejalan dengan peringkat utang Indonesia dalam jangka panjang. Penurunan peringkat utang pemerintah berpotensi memicu penurunan rating kredit DIM.
Risiko penurunan peringkat juga dapat muncul apabila terjadi perubahan mandat, kepemilikan, atau peran perusahaan dalam struktur Danantara.
>>> IHSG Anjlok 4,94% pada 3 Juni 2026, Bursa ASEAN Lainnya Menguat
Faktor tata kelola atau governance menjadi pertimbangan utama dalam aksi pemeringkatan Moody's ini.