Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia melemah 2,75 persen ke level 6.025,12 pada awal perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.
Penurunan ini membalikkan arah indeks setelah pada Selasa, 2 Juni 2026 sempat ditutup menguat 1,11 persen di posisi 6.195,42.
>>> GameStop Raup Laba Kuartalan Tertinggi Berkat Penjualan Kartu Pokémon
Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan kurs rupiah dan penyusutan surplus neraca perdagangan domestik.
Surplus Neraca Perdagangan Menyusut
Badan Pusat Statistik melaporkan surplus neraca perdagangan April 2026 menyusut menjadi 90 juta dolar AS.
Impor melonjak 22,49 persen menjadi 25,21 miliar dolar AS, sedangkan ekspor tumbuh 21,98 persen menjadi 25,30 miliar dolar AS.
Sementara itu, nilai tukar rupiah bergerak volatil dan sempat melemah sebelum ditutup di level Rp17.830 per dolar AS pada Selasa.
Sentimen Global dan Domestik
Ketegangan geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran turut membayangi pasar keuangan.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan pelaku pasar mulai beralih fokus pada faktor fundamental setelah berakhirnya sentimen rebalancing indeks global.
Ia menambahkan, para pelaku pasar mulai mencermati volatilitas baru dari sentimen rebalancing indeks FTSE Russell yang efektif pada 22 Juni mendatang.
Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG secara teknikal bertahan di atas level MA5 dengan histogram negatif MACD yang terus menyempit.
Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220-6.280.
>>> JD.com Berkomitmen Lindungi 900.000 Pekerja dari Dampak AI
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pergerakan indeks akan bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas seiring potensi masuknya kembali dana asing ke pasar domestik.
Stabilisasi rupiah juga berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia melihat pelemahan nilai tukar rupiah tetap menjadi sentimen negatif yang menahan laju indeks domestik di tengah sentimen positif komoditas global.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.140/6.085 dan resist 6.250/6.305.
Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat pergerakan investor domestik dipengaruhi oleh rilis data ekonomi nasional dan perkembangan situasi politik di Timur Tengah.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan konflik di Timur Tengah memicu ketidakpastian baru.
Pasar juga fokus pada pernyataan yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai diskusi tentang konflik di Lebanon.
Dari pasar global, pergerakan saham teknologi di bursa Amerika Serikat dipengaruhi oleh langkah korporasi besar dalam menggalang dana ekspansi kecerdasan buatan.
CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan ketika masalah komputasi dipecah dan didistribusikan ke pusat data, yang dibutuhkan adalah konektivitas.