⌂ Beranda News Investor Asing Mulai Borong Saham BBCA Setelah Tekanan Jual

Investor Asing Mulai Borong Saham BBCA Setelah Tekanan Jual

Investor Asing Mulai Borong Saham BBCA Setelah Tekanan Jual
Grafik saham BBCA di Bursa Efek Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Investor asing mulai mengoleksi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (2/6/2026).

Aksi beli ini membalikkan tren sebelumnya di mana saham BBCA kerap menjadi sasaran utama aksi jual oleh pemodal asing.

>>> Pemerintah Wajibkan Eksportir Parkir Devisa Hasil Ekspor di Bank BUMN

Berdasarkan data BEI hingga penutupan sesi I, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) pada saham BBCA senilai Rp 69,5 miliar.

Volume transaksi mencapai 12 juta saham dengan harga rata-rata pada sesi pertama.

Meskipun nilainya terbatas, saham BBCA berhasil masuk dalam jajaran tiga besar saham yang paling banyak dibeli asing di pasar reguler BEI.

Tepatnya, BBCA menempati peringkat ketiga.

Di sisi lain, investor asing secara keseluruhan mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) mencapai Rp 354,2 miliar di seluruh pasar BEI pada sesi I.

>>> Menkes Budi Gunadi Soroti Harga Obat Hepatitis Enam Kali Lipat Lebih Mahal

Kondisi pasar secara umum menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tajam 91,47 poin atau menguat 1,49% ke level 6.218,8.

Sejalan dengan kenaikan indeks, saham BBCA hingga waktu penayangan informasi tercatat menguat 2,1% menuju posisi Rp 5.825.

Sebelum perkembangan ini, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA.

Target Harga dan Proyeksi

Meski demikian, target harga saham BBCA disesuaikan turun menjadi Rp 8.700 dari proyeksi sebelumnya yang berada di angka Rp 10.500.

>>> Fenomena Inversi Kurva Imbal Hasil SUN: Sinyal Resesi atau Bukan?

Target harga baru tersebut mencerminkan estimasi valuasi Price to Book Value (PBV) BBCA sebesar 3,4 kali untuk tahun 2026 dan 3 kali untuk tahun 2027.

Penyesuaian ini sejalan dengan revisi tingkat imbal hasil yang disyaratkan investor atau cost of equity (CoE) menjadi 7,5%.

MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa pertumbuhan pre-provision operating profit (PPOP), efisiensi yang terukur dan berkelanjutan, serta posisi permodalan yang kuat akan menjaga ketahanan laba BBCA.

Kinerja ini diperkirakan tetap terjaga di tengah adanya tekanan jangka pendek pada margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

Namun, terdapat beberapa risiko utama yang perlu dicermati dari emiten perbankan ini.

>>> Rupiah Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS pada Awal Pekan

Risiko tersebut meliputi potensi pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih lambat dari perkiraan serta risiko pemburukan pada kondisi ekonomi makro secara keseluruhan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru