⌂ Beranda News Ibu Hamil Usia di Atas 35 Tahun Rentan Alami Komplikasi

Ibu Hamil Usia di Atas 35 Tahun Rentan Alami Komplikasi

Ibu Hamil Usia di Atas 35 Tahun Rentan Alami Komplikasi
Ibu hamil usia di atas 35 tahun menjalani pemeriksaan USG
A A Ukuran Teks16px

Kehamilan di usia di atas 35 tahun atau yang dikenal sebagai Advanced Maternal Age (AMA) memang memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, sebagian besar wanita dalam kategori ini tetap bisa menjalani kehamilan normal dan melahirkan bayi yang sehat.

>>> Saham AMMN Lepas dari Tekanan MSCI, Momentum Akumulasi Terbuka

Diagnosis AMA menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Hal ini memungkinkan penanganan yang lebih spesifik dan individual bagi setiap ibu hamil.

Risiko yang Mengintai Kehamilan Usia Lanjut

Menurut Layan Alrahmani, M. D.

>>> itel Luncurkan VistaTab 30 GT dan VistaTab 30 Pro di Indonesia

, dokter kandungan dan kebidanan bersertifikat, diagnosis AMA membantu mengelola kehamilan secara individual. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dini biasanya dilakukan untuk mendeteksi kelainan bawaan atau kandungan kembar.

Beberapa risiko yang perlu diwaspadai pada kehamilan usia lanjut meliputi potensi melahirkan anak dengan masalah kromosom.

Kelainan tersebut antara lain sindrom Down (trisomi 21), sindrom Patau (trisomi 13), dan sindrom Edwards (trisomi 18).

>>> Changan Nevo Q05 Meluncur di Thailand, Siap Ekspansi ke Indonesia

Selain masalah kromosom, kategori AMA juga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau makrosomia (berat badan lahir tinggi).

Namun, risiko ini tidak serta-merta melonjak drastis tepat saat seorang wanita menginjak usia 35 tahun.

>>> Elon Musk Akui Menderita dan Kesepian Tanpa Belahan Jiwa

Pemantauan intensif selama kehamilan sangat penting untuk memantau perkembangan ukuran bayi. Dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru