Pemerintah Rusia resmi melarang ekspor bahan bakar jet atau avtur hingga akhir November 2026. Langkah ini diambil untuk menghindari kelangkaan pasokan di dalam negeri.
Kebijakan tersebut diumumkan pada Senin, 1 Juni 2026.
>>> 4 Zodiak dengan Energi Positif yang Selalu Menyenangkan
Keputusan ini menyusul serangkaian serangan drone Ukraina terhadap kilang minyak lokal yang menekan tingkat pengolahan minyak mentah ke level terendah dalam 16 tahun terakhir.
Dampak Terbatas pada Pasar Global
Langkah penutupan keran ekspor ini diprediksi hanya memberikan dampak kecil bagi pasar bahan bakar internasional. Menurut data Vortexa Ltd yang dihimpun Bloomberg, Rusia bukan pemasok utama avtur global.
Rusia hanya mengekspor sekitar 30.000 barel per hari atau kurang dari 2% pasokan dunia pada tahun lalu.
>>> Kemensos Sediakan Layanan Cek Bansos PKH Mei 2026 Secara Online
Angka tersebut menurun menjadi rata-rata 28.000 barel per hari pada empat bulan pertama 2026, dengan pasar utama menuju Turki.
Pembatasan pasokan dilakukan seiring upaya Ukraina yang terus menargetkan pelabuhan laut serta jalur pipa. Tujuannya untuk memangkas aliran dana energi ke Kremlin.
>>> Harga BBM Swasta per 1 Juni 2026: Shell dan BP-AKR Sesuaikan Tarif, Vivo Masih Stabil
"Tujuan dari keputusan ini adalah untuk memastikan situasi yang stabil di pasar bahan bakar domestik," kata pemerintah di situs webnya.
Pengetatan pasokan dalam negeri ini bertepatan dengan masuknya musim liburan musim panas di Rusia. Musim tersebut biasanya memicu lonjakan permintaan bahan bakar.
Sebelumnya, Kementerian Energi Rusia telah memberlakukan kembali larangan ekspor sebagian besar bensin sejak 1 April.
>>> Promo Hypermart 29 Mei–4 Juni 2026: Diskon Tepung, Susu, dan Kebutuhan Harian
Langkah itu diambil untuk menjaga stabilitas harga di SPBU dan mencegah potensi protes masyarakat.
