⌂ Beranda News Investor Asing Borong Saham GOTO Rp 103 Miliar di Tengah Aksi Jual Masif

Investor Asing Borong Saham GOTO Rp 103 Miliar di Tengah Aksi Jual Masif

Investor Asing Borong Saham GOTO Rp 103 Miliar di Tengah Aksi Jual Masif
Ilustrasi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
A A Ukuran Teks16px

Investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di tengah tekanan jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data Stockbit Sekuritas mencatat nilai transaksi beli bersih pihak asing terhadap saham GOTO mencapai Rp 103,4 miliar untuk periode 25-29 Mei 2026 di pasar reguler.

>>> San Antonio Spurs Tekuk Oklahoma City Thunder untuk Melaju ke Final NBA

Aksi borong ini menempatkan saham GOTO di posisi keempat terbesar dalam daftar net buy asing sepekan terakhir.

Di atasnya ada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp 245,7 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 129,2 miliar, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp 118,9 miliar.

Fenomena ini kontras dengan kondisi pasar modal secara keseluruhan.

Investor internasional justru membukukan total jual bersih (net sell) masif hingga Rp 12,3 triliun di seluruh pasar BEI dalam kurun waktu seminggu yang sama.

Langkah keluar investor asing dari pasar domestik ini menjadi kelanjutan dari tren pekan sebelumnya yang mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp 807,6 miliar.

Di sisi lain, pergerakan saham GOTO juga mendapat perhatian khusus dari lembaga indeks global MSCI.

MSCI mengumumkan pembekuan perubahan teknis terhadap GOTO, meliputi foreign inclusion factor (FIF) dan number of shares (NOS).

>>> Mikel Arteta Desak Arsenal Bergerak Cepat di Bursa Transfer Usai Gagal Juara Liga Champions

Hal ini akibat indikasi persoalan replikasi indeks karena likuiditas saham yang dinilai sangat rendah.

Evaluasi likuiditas lanjutan dijadwalkan kembali pada Agustus 2026, dengan ancaman delisting dari indeks jika saham gagal memulihkan likuiditasnya.

Hingga penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, harga saham GOTO masih tertahan pada level Rp 50 per lembar.

Terlepas dari tekanan pasar, emiten teknologi ini baru saja mencatatkan performa keuangan kuartalan paling solid sepanjang sejarah.

Perusahaan yang juga diakumulasi oleh Danantara ini berhasil membalikkan keadaan dengan laba bersih perdana sebesar Rp 258 miliar pada kuartal I-2026.

Adjusted EBITDA melonjak 131% secara tahunan hingga Rp 907 miliar.

Analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti, mengatakan kinerja GOTO jauh melampaui titik tengah panduan kinerja tahunan perusahaan yang sebesar Rp 3,3 triliun jika dihitung secara tahunan.

Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan segmen on demand services (ODS) untuk transportasi dan jasa pengantaran, yang menyumbang kenaikan adjusted EBITDA 40% secara tahunan menjadi Rp 439 miliar.

>>> Meksiko Uji Coba Lawan Australia di Rose Bowl Jelang Piala Dunia 2026

Rasio margin EBITDA terhadap gross transaction value (GTV) meningkat ke 2,7%, melampaui capaian kuartal I-2025 yang sebesar 2%.

Tantangan Regulasi dan Target Harga

Meskipun performa keuangan menguat, tantangan baru muncul dari kebijakan pemerintah yang menyetujui pembatasan batas atas komisi aplikasi transportasi daring di level 8%.

Atikah Tri Adriyanti memperkirakan kebijakan ini dapat menurunkan net take rate segmen ODS sebesar 170 basis poin (bps) menjadi 17,2%.

Aturan pengetatan komisi ini berpotensi memangkas pendapatan dari sektor ODS hingga 35,7% secara tahunan pada akhir 2026.

Secara konsolidasi grup, KB Valbury Sekuritas memproyeksikan total GTV emiten ini tumbuh 9,8% secara tahunan ke Rp 752,6 triliun.

Pendapatan bersih diperkirakan Rp 17,6 triliun dengan rata-rata blended take rate 2,34%.

Meski laba bersih tahunan penuh baru diproyeksikan terealisasi pada 2028, perusahaan diperkirakan masih menderita rugi bersih sekitar Rp 248 miliar sepanjang 2026.

>>> Cara Cek Penerima dan Aktivasi Rekening PIP 2026 Secara Online

KB Valbury Sekuritas tetap merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 58 per lembar.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru