Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan inspeksi mendadak ke proyek Sekolah Rakyat di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah ini diambil untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut.
>>> Pegadaian Salurkan 913 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
Proyek ini ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Lokasi Lombok Utara menjadi prioritas karena tidak ada kendala lahan dan menunjukkan progres konstruksi paling maju di NTB.
Pemerintah menjadikan sekolah ini sebagai percontohan dan tumpuan utama jaringan Sekolah Rakyat di wilayah sekitarnya. "Ini akan jadi tumpuan Sekolah Rakyat di NTB.
Yang lain masih menghadapi berbagai kendala kesiapan lahan dan akses.
Karena itu saya minta progres di sini terus dipercepat agar minimal dapat fungsional sehingga adik-adik kita sudah bisa mulai sekolah di sini," ujar Menteri Dody dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).
Hingga Jumat (29/5/2026), realisasi pembangunan fisik mencapai 45,42 persen. Angka ini menunjukkan percepatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
>>> BRI Perluas Akses Perbankan di Perbatasan Papua Melalui Agen BRILink
"Bagus, keren. Progresnya melesat.
Saya surprise, nggak ngira secepat ini. Ini sesuai komitmen penyedia jasa dan support dari TNI serta teman-teman di lapangan," kata Menteri Dody.
Keterlibatan personel TNI dalam pengerjaan fisik mendapat apresiasi. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci realisasi program strategis nasional secara efisien.
"Saya berterima kasih atas dukungan TNI dan seluruh pihak yang terus bekerja keras di lapangan.
Semangat gotong royong seperti ini yang dibutuhkan agar target penyelesaian dapat tercapai," tutur Menteri Dody.
>>> BRI Sediakan Layanan Penukaran 20 Mata Uang Asing di Lokasi Strategis
Dedikasi kontraktor lokal yang bekerja di bawah tenggat waktu ketat juga menuai pujian. Proyek ini mengemban misi sosial karena menyasar anak-anak dari kelompok prasejahtera.
"Yang Bapak kerjakan ini mulia. Ini sekolah untuk adik-adik kita yang berada di garis prasejahtera.
Jadi saya minta komitmen ini terus dijaga," ujar Menteri Dody kepada penyedia jasa di lokasi proyek.
Fasilitas dan Strategi Percepatan
Fasilitas pendidikan di NTB ini dibangun di atas lahan seluas 6,71 hektare dengan total luas bangunan 28.445,78 meter persegi.
Proyek yang menelan dana APBN Rp241,97 miliar ini dirancang terintegrasi dengan gedung SD, SMP, SMA, asrama, rumah ibadah, kantin, aula serbaguna, dan lapangan olahraga.
Kementerian PU bersama kontraktor menerapkan sejumlah strategi taktis.
>>> Kejaksaan Agung Deteksi 14 Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Nonaktif Hery Susanto
Langkah tersebut meliputi penambahan alat berat, pengerahan tenaga kerja ekstra melalui sistem 2-3 shift, percepatan distribusi material, hingga penyesuaian metode konstruksi agar lebih efektif.