PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memusatkan investasi tahun ini pada pengembangan teknologi 5G, kecerdasan buatan (AI), dan jaringan serat optik.
Langkah ini diambil di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp17.879 per dolar AS pada 22 Mei 2026.
>>> Cara Daftar KIP Kuliah 2026: Syarat, Dokumen, dan Besaran Bantuan
Fokus pada Konektivitas dan Efisiensi
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi menyatakan perusahaan tetap berkomitmen memberikan layanan yang berdampak langsung pada pengalaman pelanggan.
Upaya tersebut meliputi peningkatan konektivitas broadband, pengembangan jaringan 5G secara selektif, dan penerapan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas layanan.
“Untuk 5G, arah pengembangannya bukan sekadar memperluas cakupan, tetapi memastikan implementasinya relevan di area dengan kebutuhan tinggi dan melayani use case yang nyata,” ujar Fahmi pada Jumat (29/5/2026).
Infrastruktur 5G Telkomsel saat ini telah menjangkau lebih dari 107 kota/kabupaten dengan lebih dari 6.380 BTS 5G.
>>> Intip Pajak Tahunan Mitsubishi Pajero Sport Terbaru Tahun 2026
Ekspansi ini terus diperkuat untuk mendukung berbagai platform AI seperti Sacred Octagon, ChatGPT, dan SISCAMLING.
Adopsi AI diarahkan untuk mengoptimalkan otomatisasi jaringan, personalisasi layanan konsumen, dan mempercepat respons aduan melalui Autonomous Network, Veronika, serta integrasi fitur AI di aplikasi MyTelkomsel.
Fahmi menambahkan bahwa penguatan jaringan serat optik berperan krusial sebagai pilar utama konektivitas rumah, konvergensi fixed-mobile, dan backbone digital jangka panjang.
>>> Victorinox Resmikan Experience Hub di Kota Kasablanka untuk Jangkau Konsumen Premium
Strategi ini sejalan dengan prinsip investasi yang lebih disiplin pada sektor inti konektivitas digital.
Potensi pertumbuhan terbesar ke depan diyakini berasal dari sektor digital connectivity, mencakup mobile broadband, fixed broadband/fiber, dan model konvergensi yang menghubungkan pelanggan secara seamless di dalam maupun luar rumah.
Kontribusi digital business telah menembus lebih dari 95% terhadap pendapatan mobile. Lonjakan trafik data mencapai 15% secara tahunan, dan tingkat penetrasi layanan konvergensi menyentuh kisaran 59%.
Peluang ekspansi juga dinilai potensial pada pengembangan AI-driven services dan enterprise digital solutions, meliputi konektivitas, cybersecurity, dan solusi berbasis data untuk sektor industri dan pelaku usaha.
>>> DAMRI Terima 10 Bus Hino RM 280 ABS Baru untuk Rute Lintas Negara
“Pada prinsipnya, selain berupaya mewujudkan ekspansi yang setara dan merata, kami pun terus mendorong pertumbuhan yang lebih disiplin, berbasis kualitas, dan diarahkan pada aspek yang manfaatnya paling nyata bagi pelanggan serta paling sehat secara bisnis dalam jangka panjang,” ujar Fahmi.