⌂ Beranda News Uzbekistan Dongkrak Ekspor Emas Setelah Jeda Setengah Tahun

Uzbekistan Dongkrak Ekspor Emas Setelah Jeda Setengah Tahun

Uzbekistan Dongkrak Ekspor Emas Setelah Jeda Setengah Tahun
Batang emas Uzbekistan untuk ekspor
A A Ukuran Teks16px

Uzbekistan, salah satu produsen emas terbesar dunia, kembali meningkatkan volume ekspor logam mulia setelah sempat menghentikan pengiriman selama enam bulan.

Komite Statistik Nasional Uzbekistan melaporkan penjualan emas mencapai sekitar US$ 1,5 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

>>> MV Agusta Indonesia Luncurkan Program Jaminan Beli Kembali 'Art on Wheels'

Sebagian besar transaksi terjadi pada April 2026.

Negara yang menambang sekitar 130 ton emas per tahun ini sebelumnya menyetop ekspor sejak September 2025.

Pada periode yang sama, bank sentral Uzbekistan justru menjadi pembeli emas paling agresif di tingkat global.

>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces: Hadapi Tantangan dengan Optimisme

Aktivitas perdagangan emas sempat membeku pada Januari dan Februari 2026. Nilai pengapalan baru terlihat merangkak di angka US$ 30 juta pada Maret 2026.

Pelepasan aset mulai terdeteksi saat cadangan emas bank sentral menyusut hingga sekitar 100.000 ons troy pada April 2026.

Pemulihan arus ekspor ini terjadi di tengah tensi geopolitik akibat konflik AS-Israel dengan Iran yang menekan prospek ekonomi dunia.

Bagi Uzbekistan, emas merupakan pilar krusial pertahanan ekonomi. Komoditas ini menjadi pasokan pendapatan utama anggaran negara dan tumpuan ekspor nasional.

>>> PKR Tetap Fokus Meskipun Sejumlah Pemimpin Mengundurkan Diri

Sementara itu, tren pengumpulan emas dalam skala besar masih berlanjut di China, konsumen terbesar dunia.

Volume impor bersih China melalui Hong Kong melesat 81,2% pada April 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong mencatat China mendatangkan emas sebanyak 86.715 metrik ton pada April.

>>> Vissel Kobe Jamu Kashima Antlers di J-League, Momentum Jaga Tren Positif

Angka itu melonjak dari 47.866 ton pada Maret 2026, menorehkan tren kenaikan bulanan selama 13 kali berturut-turut.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru