Investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 1,64 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi I.
Pelepasan saham ini terkonsentrasi pada dua emiten besar, yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
>>> Pemprov Jabar Buka Pendaftaran SPMB Sekolah Maung 2026/2027
Aksi Jual pada Saham TPIA
Berdasarkan data BEI yang bersumber dari Stockbit Sekuritas, net sell asing untuk saham TPIA mencapai Rp 948,5 miliar.
Angka ini dihitung dari harga rata-rata perdagangan sesi pertama dengan volume 479,3 juta saham.
Meskipun dilepas investor asing, harga saham TPIA justru menguat 1,05% ke level Rp 1.920.
Namun, dalam sebulan terakhir performa TPIA telah merosot 65,4%, dan secara year to date (ytd) anjlok 72,5%.
>>> Astra Serahkan Rumah Layak Huni dan Luncurkan EcoBiz di Garut
Volume transaksi saham TPIA mencapai 1,132 miliar saham dengan frekuensi 102,2 ribu kali. Total nilai transaksi tercatat Rp 2,24 triliun.
Aksi jual ini melanjutkan tren sebelumnya, di mana pada Selasa (26/5/2026) asing juga mencatat net sell TPIA sebesar Rp 386,64 miliar.
Tekanan Jual pada BBCA
Saham BBCA juga tidak luput dari tekanan jual asing.
>>> Rupiah Berpotensi Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Pekan Depan
Nilai net sell pada emiten perbankan ini mencapai Rp 594,6 miliar pada sesi I, dengan volume 102,5 juta saham.
Berbeda dengan TPIA, harga saham BBCA justru melemah 2,51% ke posisi Rp 5.825.
Dalam sebulan terakhir, BBCA turun 2,92%, dan secara year to date telah melemah 27,8%.
Data IDX menunjukkan saham BBCA telah ditransaksikan sebanyak 210,2 juta saham. Frekuensi perdagangan mencapai 47,6 ribu kali dengan nilai transaksi Rp 1,219 triliun.
>>> Apple Kembangkan Fitur Anti Pencurian Otomatis untuk iPhone
Aksi jual ini juga melanjutkan tren dari Selasa (26/5/2026), saat asing mencatat net sell BBCA kumulatif Rp 359,7 miliar.