Header1
L-Banner1

Cuaca Ekstrim, BMG Beri Peringatan Dini La Nina, Curah Hujan Hingga 70 persen

Jumat 29-10-2021 / 15:56 WIB


Cuaca Ekstrim, BMG Beri Peringatan Dini La Nina, Curah Hujan Hingga 70 persen

SINERGIANEWS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia telah mengeluarkan peringatan dini tentang munculnya fenomena La Nina. Pasalnya, data deteksi dini BMKG menunjukkan anomali pendinginan suhu permukaan laut khatulistiwa Samudra Pasifik terus bertambah.

"Sudah melewati batas untuk peristiwa La Nina," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Jumat, 29 Oktober 2021, dalam rapat koordinasi nasional secara virtual.


Menurut Dwikorita, anomali pendinginan ini mencapai minus 0,63 pada Dasarian III September 2021. Besaran anomali ini kemudian meningkat menjadi 0,92 pada Dasarian II Oktober 2021.  Jika mencapai -1, telah terjadi La Nina skala sedang.

BACA JUGA:Daftar Harga HP Xiaomi Oktober 2021, Redmi 9A, Redmi Note 10, Xiaomi Mi 10T, POCO X3 Pro


BACA JUGA:Daftar Harga HP Realme Update Terbaru Oktober 2021 Mulai Realme C11, Realme C21Y Hingga Realme GT

BACA JUGA:Prediksi dan Live Streaming Australia vs Indonesia U-23 Kualifikasi Piala Asia 2022

BACA JUGA:Harga dan Spesifikasi iPhone 13, Penjualan Preorder Mulai Bulan Depan

Selain itu, BMKG memperkirakan fenomena La Nina masih akan berlangsung hingga Februari 2022, mulai dari ringan hingga sedang. Badan pemantau cuaca negara lain, termasuk di Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, telah mengeluarkan prediksi serupa.

Efek utama La Nina adalah meningkatnya curah hujan di seluruh negeri. Pada November 2020, Dwikorita menyatakan, Indonesia mengalami fenomena La Nina dalam skala kecil hingga sedang.

Akibatnya, curah hujan di berbagai tempat meningkat dari 20% menjadi 70% di atas normal selama periode tersebut. Dimulai di Sumatera bagian selatan dan berlanjut melalui Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan bagian selatan hingga Sulawesi Selatan.

“Selain itu, curah hujan meningkat, dari November 2020 hingga Januari 2021. Menurut data tahun lalu, diproyeksikan akan terulang dengan intensitas yang sama, ”katanya.

Misalnya, BMKG memperkirakan curah hujan akan mulai meningkat pada November di beberapa lokasi yang diberi warna hijau tua. Wilayah ini terbentang di Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan, serta bagian timur Sumatera Utara.

“Hal ini diperkirakan dapat menghasilkan 70% peningkatan curah hujan bulanan,” katanya.

tesinart22
Sumber:

BERITA TERKAIT