⌂ Beranda News Piala Dunia 2026: Ajang Olahraga Paling Ambisius dengan Investasi Triliunan Rupiah

Piala Dunia 2026: Ajang Olahraga Paling Ambisius dengan Investasi Triliunan Rupiah

Piala Dunia 2026: Ajang Olahraga Paling Ambisius dengan Investasi Triliunan Rupiah
Ilustrasi Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi salah satu ajang olahraga paling ambisius dalam sejarah sepak bola modern.

Turnamen ini menghadirkan format baru dengan lebih banyak peserta dan pertandingan.

Selain itu, tiga negara tuan rumah—Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko—menggelontorkan investasi fantastis.

Biaya besar membuat Piala Dunia bukan sekadar pesta sepak bola, melainkan proyek ekonomi berskala besar.

Berbagai sektor seperti infrastruktur, transportasi, keamanan, dan pariwisata ikut terdampak.

Namun, muncul pertanyaan apakah investasi miliaran dolar AS benar-benar menghasilkan keuntungan.

Dampak Ekonomi Piala Dunia: Tidak Selalu Menguntungkan

Perdebatan mengenai manfaat ekonomi Piala Dunia sudah lama menjadi perhatian akademisi dan ekonom.

Tiga ekonom—Jorge Viana, Antonio Barbosa, dan Breno Sampaio—meneliti dampak ekonomi turnamen tersebut.

Hasil riset mereka dimuat dalam jurnal ilmiah berjudul Does the World Cup get the economic ball rolling? Evidence from a synthetic control approach (EconomiA, 2018).

Penelitian itu menganalisis penyelenggaraan Piala Dunia mulai 1978 di Argentina hingga 2006 di Prancis.

Kesimpulannya, Piala Dunia tidak memberikan dampak positif terhadap PDB per kapita negara tuan rumah.

Bahkan, dalam beberapa kasus justru memberikan efek negatif.

Meski demikian, penelitian tersebut tidak memasukkan unsur peningkatan citra negara maupun dampak jangka panjang terhadap pariwisata.

Dua aspek itu sering dianggap sebagai keuntungan terbesar yang dicari negara tuan rumah.

Investasi Besar Tiga Negara Tuan Rumah

AS menjadi negara dengan porsi pertandingan terbesar, yakni 78 dari total 104 pertandingan, termasuk final.

Pertandingan tersebut tersebar di 11 kota.

AS diperkirakan mengeluarkan anggaran sekitar US$ 11,1 miliar atau sekitar Rp 196,5 triliun.

Dengan investasi itu, AS berharap memperoleh tambahan PDB sekitar US$ 17,2 miliar.

Sektor pariwisata menjadi tumpuan utama untuk mendongkrak pemasukan.

Oxford Economics memperkirakan jumlah wisatawan internasional yang datang ke AS selama periode 11 Juni-19 Juli 2026 mencapai 1,24 juta orang.

Asosiasi Perjalanan AS memprediksi setiap turis internasional akan membelanjakan lebih dari US$ 5.000.

Nilai itu sekitar 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan pengeluaran wisatawan reguler.

Sekitar sepertiga dari total wisatawan diperkirakan menetap lebih dari dua minggu.

Pemerintah AS juga mengalokasikan anggaran besar untuk keamanan.

Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) menggelontorkan sekitar US$ 900 juta guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Piala Dunia 2026 diperkirakan mampu menyerap sekitar 185.000 tenaga kerja di AS.

Federasi Sepak Bola AS menyebut setiap kota tuan rumah berpotensi memperoleh pendapatan antara US$ 90 juta hingga US$ 480 juta.

Kanada mendapat jatah 13 pertandingan yang digelar di Toronto dan Vancouver.

Pemerintah Kanada menyiapkan anggaran lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,7 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk renovasi stadion, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga kebutuhan lain.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru