⌂ Beranda News Kenali Penyebab Mata Kuning pada Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya

Kenali Penyebab Mata Kuning pada Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya

Kenali Penyebab Mata Kuning pada Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya
Bayi baru lahir dengan gejala penyakit kuning
A A Ukuran Teks16px

Mata kuning pada bayi baru lahir sering membuat orang tua cemas. Kondisi ini umumnya dikenal sebagai penyakit kuning atau newborn jaundice.

Penyebab utamanya adalah penumpukan bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah zat kuning yang terbentuk saat sel darah merah rusak.

>>> Film Sekawan Limo 2 Cetak Rekor Penonton Hari Pertama 2026

Hati bayi yang belum berkembang sempurna belum bisa memproses bilirubin secara optimal. Sebagian besar kasus akan membaik seiring bertambahnya fungsi hati.

Namun, beberapa kondisi memerlukan penanganan khusus agar kadar bilirubin tidak membahayakan organ lain.

Penyebab dan Gejala Bahaya

Penyakit kuning berat bisa terjadi jika bayi mengalami infeksi darah atau sepsis. Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi juga bisa menjadi pemicu.

Memar akibat persalinan sulit, jumlah sel darah merah berlebihan, dan kadar oksigen rendah atau hipoksia juga meningkatkan risiko.

>>> Cara Cek Desil Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Mudah dan Cepat

Gangguan hati seperti atresia bilier dapat memperparah kondisi.

Warna kuning biasanya mulai terlihat dan mencapai puncak dalam 2–5 hari setelah lahir. Orang tua bisa mendeteksinya dengan menekan lembut kulit bayi.

Kadar bilirubin yang terlalu tinggi berisiko menyebabkan kerusakan otak jangka pendek maupun panjang. Komplikasi paling serius adalah kernikterus.

Segera hubungi dokter jika warna kuning menyebar atau semakin pekat. Waspadai juga demam di atas 38°C, lemas, sulit menyusu, atau tangisan bernada tinggi.

Cara Mengatasi Bayi Kuning

Kondisi kuning ringan biasanya membaik sendiri dalam 1–2 minggu. Beberapa perawatan di rumah bisa membantu mempercepat pemulihan.

>>> 100 Nama FF Keren 2026: Aesthetic, Seram, Unik, dan Simbol

Perbanyak frekuensi menyusu agar bilirubin lebih cepat dikeluarkan melalui urine dan feses. Ibu disarankan menjaga kualitas ASI dengan makanan bergizi.

Untuk bayi ASI, susui 8–12 kali sehari selama minggu pertama. Bayi susu formula berikan 30–60 ml setiap 2–3 jam, minimal 8 kali sehari.

Berjemur di bawah sinar matahari pagi juga membantu memecah bilirubin. Lakukan secukupnya secara berkala.

Pijatan lembut yang dipadukan dengan sinar matahari pagi dapat meningkatkan frekuensi buang air besar bayi. Ini membantu pembuangan bilirubin lebih optimal.

>>> Kang Mi Na Bantah Rumor Perselisihan Anggota I.O.I

Pada kondisi tertentu, bayi mungkin memerlukan fototerapi di rumah sakit. Pastikan dokter memeriksa kadar bilirubin sebelum bayi pulang.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru