⌂ Beranda News Rumah Kepala Dinas Pertanian Kendal Dibobol Maling, Dua Sepeda Raib

Rumah Kepala Dinas Pertanian Kendal Dibobol Maling, Dua Sepeda Raib

Rumah Kepala Dinas Pertanian Kendal Dibobol Maling, Dua Sepeda Raib
Ilustrasi rumah dibobol maling dengan rekaman CCTV
A A Ukuran Teks16px

Kediaman Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DP2) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menjadi sasaran pembobolan. Peristiwa itu terjadi di Perumahan Green House, Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal.

Aksi pencurian terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Insiden berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.

>>> Harga Emas Dunia Ambles ke Level US$ 4.385 Akibat Tekanan Bearish

Dua unit sepeda jenis MTB dan fixie yang diletakkan di teras rumah raib digondol pencuri. Korban membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media.

"Benar mas, Senin (25/05) dini hari kemarin sekitar pukul 01.00 WIB, rumah saya dibobol maling.

Dua sepeda tipe MTB dan fixie hilang diambil pencuri itu yang jumlahnya tiga orang," kata Pandu saat dihubungi detikJateng, Kamis (28/5/2026).

Kehilangan baru disadari saat pagi hari ketika hendak memulai aktivitas.

"Kebetulan saya mau berangkat kerja dan anak mau sekolah pukul 06.30 WIB, anak saya tahu lebih dulu dan nanya ke saya keberadaan dua sepeda yang di teras," jelasnya.

Korban sempat mencari barang-barang di sekitar rumah sebelum memeriksa rekaman CCTV. "Begitu dikasih tahu anak, saya langsung keluar dan cari-cari sepedanya tapi nggak ketemu.

>>> IHSG 26 Mei 2026 Melemah ke 6.130, Saham TPIA dan BBCA Ramai Dilepas Asing

Saya langsung lihat rekaman kamera CCTV dan ternyata sepedanya dicuri tiga orang," sambung Pandu.

Berdasarkan rekaman, para pelaku membagi peran secara spesifik. "Tiga orang pelakunya naik mobil warna putih, mereka turun dari mobil langsung beraksi.

Satu pelaku di luar pagar, satu pelaku di atas pagar sedangkan satu pelaku lagi bagian yang ambil sepeda," terang Pandu.

Wajah para pelaku tidak terlihat jelas karena menggunakan masker atau penutup muka. Mereka langsung melarikan diri setelah mendapatkan barang jarahan.

"Ketiganya pakai masker atau penutup muka, habis ambil sepeda langsung pergi. Ada jejaknya telapak kaki di tembok pagar, pelakunya nggak pakai sepatu atau sandal," ujar Pandu.

>>> Tiga Klub Kolombia Tersingkir dari Copa Libertadores

Rumah dalam keadaan sepi setelah pemiliknya bepergian jauh. Hal itu membuat pelaku leluasa melompati pagar meski dalam keadaan terkunci.

"Kami itu habis pulang dari luar kota kan capek, semuanya tidur pulas. Tidak ada yang dengar suara apapun saat kejadian," tambah Pandu.

Pagar rumah setinggi 2,5 meter dan sudah digembok. Namun, hal itu tidak menghalangi aksi pencuri.

"Padahal tinggi pagar itu 2,5 meter dan saat itu kondisinya pagar digembok," papar Pandu.

Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp20 juta. Namun, laporan resmi ke polisi belum dilayangkan.

"Saya belum buat laporan kasus ini. Kerugiannya sekitar Rp 20 juta," ungkap Pandu.

>>> Permintaan Bitcoin Melemah, Harga BTC Jauh dari Zona US$74.000

Korban berharap polisi segera menangkap pelaku berdasarkan bukti rekaman CCTV. "Ya harapan saya pelaku bisa segera tertangkap karena ada video rekamannya saat beraksi," pungkas Pandu.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru