Elon Musk dikabarkan tengah mendiskusikan potensi penggabungan antara SpaceX dan Tesla. Langkah ini dinilai dapat memperkuat kendali Musk atas kedua raksasa teknologi tersebut.
Wacana merger ini muncul setelah saham SpaceX diperkirakan akan mulai diperdagangkan dalam waktu dekat.
>>> Dolar AS Tembus Rp 17.800, Rupiah Melemah
Evaluasi pasar privat SpaceX menembus USD 1,25 triliun setelah bergabung dengan xAI, sementara kapitalisasi pasar Tesla mencapai sekitar USD 1,6 triliun.
Kedua perusahaan selama ini kerap berbagi sumber daya. Sejumlah sumber menyebut Musk telah membahas kemungkinan peleburan ini dengan koleganya.
Beberapa pekerja lama di Tesla bahkan sudah menduga konsolidasi seperti ini akan terjadi.
Meski secara operasional terlihat berbeda, SpaceX dan Tesla sama-sama fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI). Mereka juga memanfaatkan talenta dan infrastruktur komputasi bersama.
Komitmen terhadap AI tercermin dari belanja modal.
Lebih dari tiga perempat pengeluaran modal SpaceX sebesar USD 10,1 miliar pada kuartal pertama dialokasikan untuk AI.
>>> Penyebab Nyeri Selangkangan Saat Hamil Tua dan Cara Mengatasinya
Sementara itu, belanja modal Tesla diprediksi melonjak tiga kali lipat tahun ini hingga melebihi USD 25 miliar.
"Tesla harus menjalankan sistem AI yang kuat di kendaraan, sementara SpaceX harus memikirkan komputasi di orbit," ujar Tomasz Tunguz, mantan engineer yang kini menjadi pemodal ventura di Theory Ventures.
Rekam Jejak Kerja Sama Finansial
Tesla dan SpaceX sudah bertahun-tahun melakukan sinergi internal dan berbagi tenaga ahli. Pada Januari lalu, Tesla mengumumkan investasi USD 2 miliar di xAI.
Kepemilikan saham tersebut kemudian dialihkan menjadi aset SpaceX setelah merger dengan xAI.
SpaceX tercatat membeli sistem penyimpanan energi baterai Megapack milik Tesla senilai USD 697 juta sepanjang 2024 hingga 2025.
Baterai ini digunakan untuk memasok daya pusat data xAI. SpaceX juga mengeluarkan dana USD 131 juta untuk pembelian unit Tesla Cybertruck pada 2025.
>>> Platense Kalahkan Corinthians 2-0 di Brasil, Lolos ke 16 Besar
Bentuk transaksi lain meliputi pengadaan alat surya dan komponen otomotif dari Tesla untuk SpaceX.
Tesla juga memanfaatkan fasilitas jet pribadi milik SpaceX, sementara SpaceX membantu riset perpaduan logam khusus untuk bodi Cybertruck.
Di tingkat rantai pasok, vendor seperti Nvidia melihat jaringan perusahaan Musk sebagai satu mitra besar.
Nvidia sempat mengalihkan pesanan GPU senilai USD 500 juta dari Tesla ke xAI pada 2024.
Dari sisi regulasi, pakar hukum menilai merger ini kecil kemungkinan melanggar antimonopoli, namun berpotensi memicu kekhawatiran investor. Proses penentuan perusahaan induk dan mekanisme pertukaran saham diprediksi rumit.
Musk memegang kendali mutlak atas keputusan di SpaceX karena menguasai 85% hak suara.
>>> Dishub DKI Tiadakan Ganjil Genap Selama Cuti Bersama Iduladha
Menurut Ross Gerber, CEO Gerber Kawasaki, penggabungan ini akan mewujudkan impian Musk memimpin satu perusahaan mega-raksasa sekaligus memudahkan penghimpunan dana besar untuk bersaing dengan Google di sektor AI.