Kawasan Malioboro akan menjadi pusat perayaan Jogja Takbir Festival (JT Fest) 2026. Acara ini diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Yogyakarta pada Jumat (29/5/2026) malam.
Festival ini bertepatan dengan libur panjang Idul Adha 2026. Panitia menargetkan acara ini sebagai daya tarik bagi para pelancong di Kota Yogyakarta.
>>> Kemenekraf Fasilitasi Produksi Film Sekawan Limo 2 di Malang
18 Kafilah Siap Berpartisipasi
Sebanyak 18 kafilah atau tim dipastikan siap berpartisipasi dalam festival tahun ini. Dari total peserta, 14 tim merupakan perwakilan dari 14 kemantren di wilayah Kota Yogyakarta.
"Insyaallah, dimulai pukul 19.00 WIB sampai selesai," ujar Ketua Pelaksana JT Fest 2026, Luqman Abdurrahman, dalam keterangan tertulis pada Rabu (27/5/2026).
Rute festival dimulai dari depan Gedung DPRD DIY. Kemudian melintasi Jalan Malioboro dan berakhir dengan penampilan display di sisi timur Museum Sonobudoyo.
Acara ini juga menjadi ajang kompetisi kreativitas.
>>> Queensland Maroons Kalahkan NSW Blues di Laga Pembuka State of Origin 2026
Peserta memperebutkan Piala Bergilir Gubernur DIY bagi juara umum, serta penghargaan kategori takbir, maskot, musik, display, hingga kostum.
"Juara umum tahun lalu diraih oleh kafilah Prizma Azmat Ngampilan. Pada gelaran JT Fest 2026 ini, piala bergilir tersebut akan kembali diperebutkan," kata Luqman.
Tema Ekologis 'Peradaban Hijau Berkemajuan'
Panitia mengangkat tema "Muhammadiyah Jogja, Songsong Peradaban Hijau Berkemajuan" pada gelaran kali ini.
Pemilihan tema ekologis bertujuan untuk menyelaraskan dakwah dengan isu lingkungan, khususnya penanganan sampah di Kota Pelajar.
"Melalui tema ini, Muhammadiyah ingin mengajak dan menyiarkan semangat peduli terhadap alam, melestarikan lingkungan, serta bersama-sama mengolah sampah," tandas Luqman.
>>> Crystal Palace Diunggulkan Kalahkan Rayo Vallecano di Final Conference League
Langkah penyeragaman tema ini juga dirancang untuk mendukung program penanganan sampah berbasis masyarakat. Program tersebut sedang digalakkan oleh pemerintah daerah setempat.
"Selaras dengan program 'Mas JOS' yang sekarang sedang digencarkan Pemkot Yogyakarta," imbuh Luqman.
Melalui JT Fest 2026, AMM di setiap kemantren diharapkan memiliki wadah positif dan kreatif dalam menyambut hari raya kurban.
Wisatawan maupun masyarakat luar kota yang tidak bisa datang langsung dapat menyaksikan acara melalui fasilitas penyiaran digital.
>>> Biksu Thudong Walk for Peace Tiba di Boyolali, Disambut Ratusan Umat
"Kami ingin menggemakan takbir di jantung Kota Yogya, dengan semangat Islam yang berkemajuan, sekaligus mengkampanyekan kesadaran ekologi," urai Luqman.
