⌂ Beranda News AS dan Israel Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Beberapa Tewas

AS dan Israel Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Beberapa Tewas

AS dan Israel Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Beberapa Tewas
Kapal perang di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Pesawat militer Amerika Serikat dan Israel menggempur lokasi peluncuran rudal serta kapal-kapal Iran di selatan Pulau Larak dekat Selat Hormuz pada Selasa (26/5/2026).

Serangan defensif tersebut dilaporkan menewaskan beberapa warga negara Iran di tengah upaya negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung antara kedua belah pihak.

>>> Bank Ganesha Rombak Pengurus dan Tahan Laba Bersih Rp227 Miliar

Kantor berita semi pemerintah Fars melaporkan beberapa warga Iran tewas akibat operasi tersebut. Sementara itu, media Anadolu Agency menyebutkan jumlah korban tewas mencapai empat orang.

Eskalasi ini terjadi beberapa jam setelah delegasi Iran tiba di Qatar untuk membahas negosiasi damai permanen guna mengakhiri konflik yang pecah sejak akhir Februari lalu.

Alasan Serangan

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukannya mendeteksi kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau di perairan vital tersebut.

Menurut pejabat senior AS, rudal-rudal Iran dinilai mengancam hampir dua lusin kapal perang Angkatan Laut AS. Termasuk dua kapal induk dan pengawalnya di Teluk Oman dan Laut Arab.

"Komando Pusat AS terus mempertahankan pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang masih berlangsung," kata juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) dilansir dari CNN International.

Pihak militer AS menegaskan bahwa operasi yang mereka lakukan di wilayah Iran tersebut murni bersifat terbatas untuk melindungi pasukan dari ancaman strategis.

"Untuk melindungi pasukan dari ancaman yang ditimbulkan pasukan Iran," demikian rilis resmi Komando Pusat AS dikutip dari New York Times.

>>> Kementerian ESDM Mulai Uji Teknis Mandatori Biodiesel B50

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran langsung meluncurkan aksi balasan dengan menembaki jet tempur dan pesawat tanpa awak milik Washington.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memilih menghindari jawaban langsung terkait eskalasi militer tersebut saat melakukan kunjungan diplomatik ke India.

Pada kesempatan pertama, ia hanya berbicara secara umum mengenai prospek negosiasi damai. Pada kesempatan kedua, ia menekankan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi jalur perdagangan global.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan situasi di perairan tersebut tidak berarti mengakhiri kesepakatan damai sementara yang sudah berjalan sejak April.

"Gencatan senjata belum berakhir," ujar Pete Hegseth saat dimintai keterangan.

Hegseth meminta Teheran untuk bertindak lebih bijaksana dalam merespons situasi di lapangan. Ia berharap tindakan militer Iran tidak melewati ambang batas yang dapat memicu pertempuran skala besar.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga sempat meremehkan gesekan militer yang terjadi di kawasan Teluk. Ia menyatakan kesepakatan penghentian perang masih tetap berjalan.

>>> Indomobil Emotor Gelar Diskusi Pengguna Motor Listrik di Bandung

"Gencatan senjata terus berjalan. Itu masih berlaku," kata Donald Trump kepada ABC News.

Trump menyebut serangan-serangan yang diluncurkan oleh militer AS ke fasilitas Iran sebelumnya hanyalah sebuah sentuhan ringan.

Padahal, Trump sempat menegaskan lewat media sosialnya bahwa penghentian pengeboman bergantung penuh pada kesediaan Iran membuka Selat Hormuz secara aman dan segera.

"Tunduk pada persetujuan Republik Islam Iran untuk membuka Selat Hormuz secara PENUH, SEGERA, dan AMAN, saya setuju menghentikan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," tulis Donald Trump di media sosial pada 7 April lalu.

Hingga kini, Selat Hormuz belum sepenuhnya terbuka secara aman bagi pelayaran internasional. AS menolak usulan damai Iran karena Teheran bersikeras mempertahankan program pengayaan uranium mereka.

Meski dibayangi ancaman perang, pasar keuangan di Teheran menunjukkan sentimen positif. Mata uang riyal menguat sebesar lima persen dalam sepekan.

Indeks utama Bursa Efek Teheran bahkan kembali menembus angka 4 juta poin pada Selasa pagi waktu setempat.

>>> MSCI Keluarkan Saham BSDE dari Small Cap Index, Harga Tertekan

Namun, ekonomi domestik Iran masih tertekan akibat blokade angkatan laut AS di pelabuhan selatan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru