⌂ Beranda News Pisahkan Daging dan Jeroan Kurban untuk Cegah Kontaminasi Bakteri

Pisahkan Daging dan Jeroan Kurban untuk Cegah Kontaminasi Bakteri

Pisahkan Daging dan Jeroan Kurban untuk Cegah Kontaminasi Bakteri
Daging dan jeroan kurban dipisah dalam wadah berbeda untuk mencegah kontaminasi bakteri
A A Ukuran Teks16px

Kebiasaan mencampur daging kurban dan jeroan dalam satu wadah masih sering terjadi saat Idul Adha. Padahal, tindakan ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri pada daging segar.

Jeroan memiliki karakteristik berbeda dari daging biasa, terutama bagian usus dan babat yang bersentuhan langsung dengan saluran pencernaan hewan.

>>> BCA dan BNI Sesuaikan Jadwal Operasional Selama Libur Akhir Mei 2026

Penanganan organ dalam ini memerlukan kehati-hatian ekstra, mulai dari distribusi, pencucian, hingga penyimpanan.

Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, drh Ira Firgorita, mengingatkan agar daging dan jeroan dipisahkan sejak awal distribusi.

Dalam Webinar Paman Kece Seri 6: Mengolah Daging Kurban yang Aman yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan pada Kamis, 21 Mei 2026, ia menjelaskan bahwa jeroan merah dan jeroan hijau juga perlu dibedakan.

Jeroan hijau adalah organ yang terhubung langsung dengan sistem pencernaan hewan, seperti usus dan babat.

>>> Swedia Janjikan Program Bayi Tabung Gratis untuk Dongkrak Angka Kelahiran

Bagian ini lebih rentan terpapar bakteri karena kontak langsung dengan sisa makanan serta kotoran.

Untuk menekan risiko, drh Ira menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan. Proses perebusan efektif mengurangi bakteri yang menempel pada permukaan jeroan.

Jika jeroan dicampur dengan daging segar, kontaminasi silang dapat terjadi dengan mudah. Bakteri dari jeroan akan berpindah dan mencemari daging yang masih bersih.

>>> Panitia Distribusikan Daging Kurban Iduladha 2026 ke Lima Golongan

Bahaya Kontaminasi Silang Bakteri

Jeroan tidak hanya lebih rentan membawa kuman, tetapi juga menghasilkan cairan yang mudah mencemari bahan makanan lain. Menyimpan jeroan dan daging dalam wadah yang sama sangat tidak direkomendasikan.

Berdasarkan penelitian dalam Journal of Advanced Veterinary Research tahun 2024, kontaminasi bakteri dari keluarga Enterobacteriaceae lebih banyak ditemukan pada jeroan daripada daging otot.

Kelompok ini mencakup bakteri pemicu gangguan pencernaan seperti Escherichia coli dan Salmonella.

Cairan dari jeroan bisa memicu kontaminasi silang saat bersentuhan dengan daging, pisau, talenan, maupun wadah. Risiko ini meningkat jika bahan makanan dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.

>>> Idul Adha 2026 di Banjarnegara: Warga Krajan Sembelih 52 Sapi dan 339 Kambing

Pemisahan antara daging dan jeroan harus dilakukan sejak awal proses. Langkah ini berlaku saat distribusi, pencucian, hingga penyimpanan di kulkas atau freezer agar pertumbuhan bakteri dapat ditekan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru