Pemerintah mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp100 miliar untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Pengalokasian dana bantuan kemasyarakatan tersebut diumumkan di Jakarta pada Selasa (26/5).
>>> Rekor Clean Sheet Boca Juniors di Copa Libertadores Tak Terkejar
Hal ini bertepatan dengan kunjungan kerja kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang berlangsung sejak Senin (25/5) malam.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa total anggaran bersifat fluktuatif.
Penyesuaian dilakukan berdasarkan bobot sapi dan lokasi pengadaan di masing-masing wilayah.
"Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi.
Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar," kata Juri Ardiantoro.
Seluruh hewan kurban akan didistribusikan ke 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota.
Hewan kurban ini diambil dari peternak lokal guna mendorong produktivitas industri peternakan nasional.
"Pada tahun ini, dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Bapak Presiden (Prabowo) berkenan akan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor sapi," ucap Juri Ardiantoro.
Pemerintah membagi alokasi tersebut menjadi 598 ekor sapi untuk pemerintah daerah dan 500 ekor lainnya disebarkan ke pondok pesantren, lembaga keagamaan, sosial, serta tokoh masyarakat.
"Standar bobot sapi presiden adalah 800 kilogram sampai 1,3 ton.
Dan setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu.
Oleh karena itu, ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah," ungkap Juri Ardiantoro.
>>> Santos Hadapi Deportivo Cuenca di Tengah Spekulasi Masa Depan Gabriel Brazao
Beberapa daerah telah menerima sapi premium dengan bobot jumbo, seperti jenis Limosin bernama Sadewa Next Generation seberat 1,76 ton di Blitar serta jenis Simental seberat 1 ton di Batang dan Bangka Belitung.
"Selain itu juga sapi ini sesuai dengan syariat Islam untuk menjadi sapi kurban, umurnya sudah di atas dua tahun dan jantan serta tidak cacat," terangnya.
Presiden Prabowo menginginkan distribusi daging kurban premium dapat menjangkau lapisan masyarakat yang paling membutuhkan secara merata.
"Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat menjadikan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi," katanya.
Presiden Prabowo dijadwalkan masih berada di Prancis hingga Rabu (27/5) sehingga pelaksanaan salat Iduladha akan menyesuaikan lokasi setempat.
"Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis," kata Juri Ardiantoro.