Masjid Istiqlal Jakarta mengalihkan sistem distribusi daging kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah.
Penyaluran dilakukan langsung ke pondok pesantren, panti asuhan, perguruan tinggi Islam, dan lembaga binaan pada Selasa (26/5/2026).
>>> IHSG Melemah ke Level 6.149 pada Sesi I, Saham Perbankan Terkoreksi
Langkah ini diambil untuk menjamin proses pembagian yang lebih tertib dan aman. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menegaskan pihak pengelola meniadakan pembagian langsung di area masjid.
Hal itu untuk mencegah penumpukan massa.
"Jadi di sini kita tidak membagikan kepada masyarakat.
>>> Ramalan Zodiak Cinta: Solusi untuk Masalah Hubungan Asmara
Ya, ada bantuan langsung diberikan kepada pondok pesantren yang sudah kita data yang terbaik, dan di situlah mereka akan menyembelih binatang itu," ujar Nasaruddin.
Keputusan tersebut berdasarkan pengalaman masa lalu yang memicu kepanikan warga. Aksi saling dorong pernah terjadi saat pembagian daging kurban di masjid.
"Dulu pernah seperti itu, tapi ternyata banyak masalah yang muncul. Dorong-dorongan, rebutan, dan segala macam.
>>> DeepSeek Pangkas Harga Model AI V4 dan Pro Permanen hingga 75 Persen
Akhirnya ada yang jatuh pingsan. Saya kira kita pilih cara yang paling aman," kata Nasaruddin.
Pengelolaan Limbah dan Tema Kurban
Selain sistem distribusi, manajemen pengelolaan limbah di masjid terbesar se-Asia Tenggara ini menggunakan standar tinggi. Tujuannya menjaga kebersihan lingkungan.
"Tidak ada satu tetes pun darah atau limbah yang masuk ke sungai. Semua sudah disiapkan dengan sistem pengelolaan yang baik," ujar Nasaruddin.
Pihak pengelola memaksimalkan fasilitas modern dengan kapasitas potong mencapai 200 ekor per hari. Proses pemotongan berjalan higienis tanpa mencemari area sekitar masjid.
>>> 6 Hal yang Harus Dicek Saat Koneksi IndiHome Tiba-tiba Hilang
Pelaksanaan ibadah kurban tahun ini mengusung tema "Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan". Tema ini bersinergi dengan program teologi lingkungan dari Kementerian Agama.