Dividen saham tetap menjadi pilihan menarik bagi investor jangka panjang di tengah fluktuasi pasar. Coca-Cola, perusahaan minuman global, menawarkan stabilitas melalui dividen yang konsisten.
Perusahaan ini mengadopsi model bisnis aset ringan dengan memproduksi konsentrat dan sirup, bukan menangani langsung pembotolan atau pengalengan.
>>> Sam Campbell Hadirkan Komedi Absurd dalam Serial Make That Movie
Produk tersebut kemudian dijual ke mitra distribusi regional.
Pendekatan ini memungkinkan Coca-Cola memperluas distribusi secara efisien dengan memanfaatkan keahlian mitra lokal.
Selain itu, model tersebut meningkatkan margin keuntungan karena mengurangi kebutuhan akan mesin mahal dan armada logistik.
>>> SpaceX Targetkan Valuasi Dua Triliun Dolar AS Jelang IPO
Coca-Cola telah mencatatkan sejarah dividen yang dapat diprediksi. Perusahaan berstatus Dividend King dengan 64 tahun berturut-turut meningkatkan dividen.
Karena pertumbuhan fisik terbatas pada skala saat ini, distribusi keuangan menjadi daya tarik utama bagi pemegang saham.
>>> Euronet Worldwide Bertransformasi Menjadi Platform Pembayaran Global
Pada kuartal fiskal yang berakhir 3 April, perusahaan mencatat laba bersih 3,92 miliar dolar AS.
Dari laba tersebut, Coca-Cola mendistribusikan 2,28 miliar dolar AS dalam bentuk dividen, setara 0,53 dolar AS per saham.
Rasio pembayaran dividen sebesar 58% dinilai berada dalam kisaran yang sehat dan berkelanjutan.
>>> Visa: Teknologi AI Percepat Penipuan Keuangan Konsumen
Selama dekade terakhir, saham Coca-Cola mempertahankan rata-rata imbal hasil dividen 3%, melampaui rata-rata S&P 500 pada periode yang sama.
