Anggapan bahwa nyamuk lebih gemar menggigit orang bergolongan darah O ternyata memiliki dasar ilmiah.
Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Upik Kesumawati, membenarkan hal tersebut.
Riset di Jepang pada tahun 2004 membuktikan bahwa nyamuk memang lebih sering mengisap darah dari individu bergolongan darah O.
Hal ini karena tubuh mereka memproduksi asam laktat dan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah lebih tinggi.
"Orang bergolongan darah O mempunyai senyawa volatil lebih banyak dibanding golongan darah A, sehingga lebih mudah dideteksi nyamuk," jelas Upik dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2026.
Meski begitu, pemilik golongan darah lain tidak sepenuhnya aman. "Siapa pun bisa dihisap darahnya, hanya ada kecenderungan golongan darah O lebih disukai," tegasnya.
Faktor Lain yang Memengaruhi Ketertarikan Nyamuk
Upik juga meluruskan persepsi bahwa darah adalah makanan utama nyamuk. Darah hanya diperlukan nyamuk betina untuk reproduksi dan pematangan telur.
Nyamuk jantan mendapatkan energi dari nektar bunga dan cairan tumbuhan.
Selain golongan darah, faktor visual seperti warna pakaian turut berpengaruh. Pakaian gelap menyerap panas, membuat suhu tubuh lebih hangat dan menarik nyamuk.
"Nyamuk menyukai kondisi hangat dan lembap," kata Upik.
Ia juga mematahkan anggapan bahwa nyamuk bisa menularkan HIV/AIDS. Virus HIV tidak dapat bereplikasi di tubuh nyamuk dan mati dalam waktu singkat.
Untuk menghindari gigitan, masyarakat disarankan menerapkan 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah yang berpotensi menjadi tempat pembiakan.
Perlindungan tambahan bisa dengan losion antinyamuk, pakaian tertutup, dan kelambu tidur.
