Investor asing kembali memborong saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), emiten milik Anthoni Salim.
Sepanjang pekan 8-12 Juni 2026, aksi beli bersih atau net buy asing mencapai Rp 67,15 miliar.
Perubahan ini terjadi setelah empat pekan berturut-turut investor asing mencatat aksi jual bersih di saham INDF.
Pada Jumat (12/6/2026), harga saham INDF melompat 3,21% ke level Rp 6.425. Secara akumulasi sepekan, saham emiten produsen mi instan ini melonjak 6,20%.
Valuasi dan Dividen
Secara valuasi, rasio price to book value (PBV) INDF saat ini hanya 0,73 kali, di bawah 1.
Ini mengindikasikan harga saham diperdagangkan di bawah nilai buku yang sekitar Rp 8.800 per saham.
PBV di bawah 1 kali sering dipandang sebagai indikasi diskon terhadap nilai buku.
INDF juga memiliki price earning ratio (PER) 5,17 kali (TTM) dengan kapitalisasi pasar Rp 56,41 triliun.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2026.
Pada tahun buku 2024, INDF membagikan dividen Rp 280 per saham, total Rp 2,45 triliun, setara 28,45% dari laba bersih Rp 8,64 triliun.
Pada tahun buku 2025, laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp 10,68 triliun atau Rp 1.217 per saham.
Dengan asumsi payout ratio sama, dividen tahun buku 2025 berpotensi menembus Rp 3 triliun atau sekitar Rp 346 per saham.
