Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa keyakinan konsumen terhadap perekonomian nasional pada Mei 2026 masih berada di zona optimis.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 120,9, di atas ambang batas 100 yang menandakan optimisme.
Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada April 2026, IKK tercatat sebesar 123, berdasarkan data Bloomberg Technoz.
Meskipun turun, BI menilai ketahanan persepsi publik ini sebagai indikator positif bagi stabilitas ekonomi.
Penilaian ini mencerminkan pandangan masyarakat terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama.
Faktor Pendorong Keyakinan Konsumen
Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa survei konsumen pada Mei 2026 mengindikasikan keyakinan yang tetap kuat.
Hal ini tecermin dari IKK yang berada pada level optimis sebesar 120,9.
Berdasarkan klasifikasi pengeluaran, kelompok responden dengan pengeluaran di atas Rp5 juta mencatat indeks tertinggi sebesar 124,6.
Sementara dari segi usia, kelompok 20-30 tahun menjadi yang paling optimis dengan indeks 129,1.
Secara geografis, kenaikan indeks paling signifikan terjadi di Medan, Bandar Lampung, dan Palembang. Sebaliknya, penurunan persepsi ekonomi terpantau di Pontianak, Mataram, dan Banjarmasin.
Keyakinan konsumen yang tetap kuat didukung oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang naik tipis.
IEK Mei 2026 tercatat sebesar 129,7, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 129,6.
