Timnas Albania Jamu Luksemburg demi Bangkit dari Tren Negatif

Written by

in

Tim nasional sepak bola Albania bersiap menjamu Luksemburg dalam laga persahabatan di Stadion Air Albania pada Sabtu malam.

Pertandingan ini menjadi kesempatan untuk memutus rangkaian hasil negatif sekaligus membangun momentum menjelang kompetisi Nations League pada September mendatang.

>>> FIFA Masukkan Lagu Champions IShowSpeed ke Album Piala Dunia 2026

Laga ini merupakan pertandingan kedua bagi pelatih baru Albania, Rolando Maran. Pada laga debutnya, Rabu lalu, ia menelan kekalahan tipis 1-0 dari Israel.

Berdasarkan data dari Sportsmole, tim peringkat 64 dunia tersebut saat ini tengah mengalami tren buruk.

Albania menelan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi, termasuk saat disingkirkan Polandia dalam babak playoff kualifikasi Piala Dunia pada Maret.

Di sisi lain, Luksemburg yang dilatih Jeff Strasser juga datang dengan modal kekalahan 1-0 dari Italia pada tengah pekan.

Namun, sebelumnya mereka sempat meraih dua kemenangan beruntun atas Malta di ajang kualifikasi Nations League.

Kiper Reguler Absen, Hysaj Capai 100 Penampilan

Dalam laga ini, Albania dipastikan tampil tanpa kiper reguler Thomas Strakosha. Alhasil, Alen Sherri akan kembali dipercaya di bawah mistar gawang.

Sementara itu, Elseid Hysaj dijadwalkan mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional. Ia juga akan bertindak sebagai kapten.

Pelatih Albania, Rolando Maran, menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan tim selama masa persiapan singkat dalam konferensi pers menjelang pertandingan.

Ia mengakui ada beberapa hal yang berjalan baik dan ada yang belum.

"Saya pikir beberapa hal dilakukan dengan baik dan beberapa tidak begitu baik. Saya sudah menduga ketika Anda membuat perubahan, mungkin ada kesulitan.

Saya sudah menjadi pelatih tim nasional selama sekitar 20 hari. Saya sadar bahwa mengenal tim berbeda ketika Anda melatih pemain, mendengarkan mereka, dan berkomunikasi dengan mereka.

Ini semua adalah sebuah perjalanan," kata Rolando Maran.

Maran juga menanggapi kritik terkait minimnya penyelesaian akhir timnya yang gagal mencetak gol dalam beberapa laga uji coba terakhir.

Ia menyebut tim memiliki beberapa peluang berisiko tinggi di depan gawang.

"Kami memiliki 3-4 peluang berisiko tinggi di depan gawang. Hoxha, Ramadani, dan Mehmeti memiliki peluang, tetapi mungkin ada kurangnya presisi.

>>> Portugal Ungguli Statistik Pertemuan Hadapi Chile

Kami perlu menyeimbangkan diri sebagai tim dan meningkatkan elemen taktis penting untuk pertandingan berikutnya," ujar Rolando Maran.

Maran menambahkan bahwa organisasi permainan saat berada dalam tekanan lawan menjadi salah satu fokus utama yang perlu segera dibenahi.

Ia menekankan pentingnya tidak memberi ruang, terutama di sisi sayap.

"Ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan. Saat kami memberikan tekanan, kami tidak boleh memberi ruang, terutama di sisi sayap.

Saya yakin perbaikan ini akan datang dengan cepat. Dalam 3-4 hari kami telah saling memahami dengan baik dan menemukan bahasa yang sama," jelasnya.

Pelatih asal Italia tersebut juga mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan kekuatan Luksemburg. Ia menilai lawan tetap berpotensi menyulitkan.

"Tidak ada lawan yang mudah. Kami harus turun ke lapangan dengan perhatian penuh.

Hasil ini penting dan dua pertandingan ini akan menjadi kunci bagi persiapan kami menghadapi tantangan di bulan September," kata Maran.

Maran juga memberikan evaluasi taktis mengenai posisi beberapa pemainnya, termasuk potensi gelandang muda Luis Hasa. Ia melihat Hasa lebih cocok bermain di tengah lapangan daripada sebagai pemain sayap.

"Hasa akan lebih banyak di tengah lapangan, agar lebih bebas bergerak dibandingkan sebagai pemain sayap.

Mungkin posisi gelandang adalah yang paling cocok untuknya, tetapi kami harus bekerja karena ini pertama kalinya dia dipanggil ke tim nasional," ujarnya.

Sebagai penutup pernyataan, Maran menegaskan pentingnya rangkaian pertandingan persahabatan ini untuk mengukur kesiapan skuad secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa Nations League sudah di depan mata.

"Kami butuh waktu dan ruang untuk memahami bagaimana tim nasional bisa berkembang lebih jauh. Ujian ini akan membantu saya lebih memahami karakteristik para pemain.

Nations League sudah di depan dan itu sangat penting bagi kami," pungkasnya.

>>> Chris Richards Pulih Cedera, Siap Perkuat Timnas AS di Piala Dunia 2026

Ramadani: Suasana Tim Sangat Positif

Sementara itu, gelandang Albania Ylber Ramadani memberikan analisis mengenai evaluasi taktis pascakekalahan dari Israel. Ia mengakui tim sudah mempersiapkan permainan ofensif.

"Kami telah mempersiapkan pertandingan untuk bermain ofensif, menyerang lawan lebih banyak, dan saya pikir bagian permainan itu, babak pertama, kami lakukan dengan sangat baik.

Kemudian di babak kedua kami sedikit terpisah dan mereka mencetak gol.

Namun, pelatih memberi tahu kami setelah pertandingan bahwa ini berguna untuk pertandingan berikutnya, untuk melihat apa yang kurang dan kemudian kami akan berlatih hal-hal lain di pertandingan," kata Ylber Ramadani.

Ramadani mengekspresikan optimismenya bahwa kebersamaan skuad saat ini mampu membawa dampak positif di atas lapangan. Ia menyebut atmosfer tim sangat fantastis.

"Suasananya fantastis. Seperti yang Anda lihat, kami semua bersama dan saling mendukung.

Ini adalah atmosfer yang selalu saya nantikan, karena kami menghabiskan waktu yang menyenangkan satu sama lain.

Energi positif ini selalu mendorong kami maju dan saya pikir kami akan memenangkan pertandingan berikutnya," ujarnya.

Ia menegaskan komitmen seluruh elemen tim untuk bekerja keras demi mengamankan hasil maksimal sebelum jeda internasional berakhir. Tim ingin libur dengan kepala tenang.

"Kami bersiap maksimal karena kami ingin memenangkan pertandingan dan pergi liburan dengan kepala tenang.

Dua pertandingan ini sangat berguna bagi kami, karena kami perlu mempraktikkan permainan yang diminta pelatih, sehingga kami bisa datang ke bulan September dengan ide yang jelas untuk pertandingan yang menanti kami," jelas Ramadani.

Ramadani menutup keterangannya dengan menyampaikan pesan khusus kepada para pendukung Albania. Ia meminta dukungan penuh di stadion.

"Saya selalu mengatakan bahwa para penggemar adalah kekuatan kami dan tanpa mereka kami tidak bisa mencapai tujuan yang kami miliki.

Saya mendorong mereka untuk datang sebanyak mungkin dan mendukung kami, terlepas dari siapa yang bermain atau tidak dalam susunan pemain.

Kami pemain juga tidak pernah mempertanyakan ketika tim nasional memanggil kami. Kami selalu jauh dari keluarga dan komitmen untuk memberikan yang terbaik.

>>> Kylian Mbappe Akui Tak Pernah Tonton Ulang Final Piala Dunia 2022

Saya berharap mereka datang untuk mendukung kami dan kita semua bersama," ujar Ylber Ramadani.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *