Category: News

  • Eleceed Chapter 426: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Tempat Membaca

    Chapter 426 manhwa Eleceed akan segera hadir. Chapter sebelumnya memperlihatkan Gestella kembali bersama Kayden yang terluka parah.

    Jiwoo pun cemas dan menanyakan kondisi Kayden. Kayden menjawab seluruh tubuhnya sakit, satu lengannya nyaris tak bisa digerakkan, dan core-nya kelebihan beban.

    Meski begitu, Kayden memastikan tidak perlu khawatir. Ia lalu pergi untuk memulihkan diri.

    Spoiler Eleceed Chapter 426

    Sebelum pergi, Kayden memberi tahu Jiwoo bahwa ia menang dan pertarungan itu menyenangkan. Gestella juga mengabari bahwa Ian masih hidup meski kondisinya tidak baik.

    Gestella menyelamatkan Ian dari penawanan dan mengirimnya ke Veramonte. Jiwoo berterima kasih, namun Gestella menegaskan janji mereka kini sudah selesai.

    Di sisi lain, Kartien dan Pluton kembali bersama. Kayden berada dalam kondisi kritis dan pertarungan bisa memburuk tanpa campur tangan mereka.

    Pluton menilai Kartein terlalu lembut karena menahan diri hanya karena musuh menyerah. Jiwoo yang melihat mereka bertanya ke mana saja mereka pergi.

    Melihat kondisi mereka, Jiwoo menduga mereka bertarung dengan kucing atau anjing liar di lingkungan sekitar.

    Jadwal Rilis Eleceed Chapter 426

    Eleceed Chapter 426 dijadwalkan rilis pada 11 November 2026. Berikut waktu rilisnya di berbagai zona waktu:

    • Australian Standard Time: 07:00 PM
    • Philippine Standard Time: 05:00 PM
    • Singapore Standard Time: 05:00 PM
    • Indian Standard Time: 02:30 PM
    • Central Daylight Time: 04:00 AM
    • Pacific Daylight Time: 02:00 AM
    • Korean Standard Time: 06:00 PM
    • Japan Standard Time: 06:00 PM

    Fans dapat membaca Eleceed Chapter 426 di platform Naver dan aplikasi Webtoon. Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan platform.

    >>> Tears On A Withered Flower Chapter 126: Jadwal Rilis dan Spoiler Ari

    >>> Lookism Chapter 632: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Tempat Baca

    >>> Nano Machine Chapter 337 Rilis 5 November 2026, Simak Jadwal Waktu dan Spoiler

    >>> Eleceed Chapter 425: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Tempat Membacanya

  • Gagak Putuskan Arah Gerak dalam 0,235 Detik, Dua Kali Lebih Cepat dari Manusia

    Otak burung gagak hitam (Corvus corone) mampu mendeteksi arah pergerakan hanya dalam 70 milidetik.

    Dalam eksperimen yang dilakukan Universitas Tübingen, Jerman, dua burung gagak menentukan arah titik-titik di layar dan membuat pilihan dalam waktu rata-rata 235 milidetik atau 0,235 detik.

    >>> Kesiapan Siber Indonesia dan Ancaman Harvest Now Decrypt Later

    Kecepatan itu sekitar dua kali lebih cepat daripada manusia dan monyet dalam tugas serupa.

    Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pada 2026 ini menyoroti kemampuan pemrosesan informasi visual pada burung gagak.

    Eksperimen Titik Bergerak

    Philipp Schmidbauer dan Profesor Andreas Nieder dari Institut Neurobiologi Universitas Tübingen merancang eksperimen pengenalan gerakan melalui gambar.

    Dua ekor gagak dilatih mengamati titik-titik putih yang bergerak di layar hitam.

    >>> Realme P4x dan P4 Lite, Pilihan Ponsel Rp2 Jutaan Baterai Besar

    Tugas mereka menentukan apakah sebagian besar titik bergerak ke kiri atau ke kanan, lalu mematuk titik yang sesuai di layar sentuh untuk menerima hadiah.

    Tingkat kesulitan diatur dengan memvariasikan proporsi titik yang bergerak ke arah sama.

    Ketika gerakan seragam, arah relatif mudah ditentukan; sebaliknya, ketika gerakan kacau, sinyal visual lebih sulit dibedakan.

    >>> Chip Cerdas Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi di PERURI Chip Hackathon 2026

    Hasilnya, kedua gagak mengambil keputusan dengan waktu reaksi rata-rata sekitar 235 milidetik.

    Bahkan saat arah pergerakan sulit dibedakan, mereka tetap membuat pilihan lebih akurat daripada memilih secara acak.

    Dengan sinyal yang jelas, tingkat respons benar mencapai hampir 100 persen.

    Schmidbauer mengatakan hasil ini menunjukkan gagak tidak hanya bereaksi cepat tetapi juga mampu menganalisis informasi visual dengan akurasi tinggi.

    >>> Samsung Disebut Kembangkan Tablet Lipat 17 Inci yang Menyusut Jadi 8 Inci

    Untuk memahami proses di otak, tim merekam aktivitas neuron di nidopallium caudolaterale (NCL), area yang terlibat dalam pemrosesan informasi dan pengambilan keputusan pada burung.

  • Kesiapan Siber Indonesia dan Ancaman Harvest Now Decrypt Later

    Perkembangan teknologi kuantum membuka peluang kemajuan sekaligus menghadirkan tantangan bagi keamanan informasi digital.

    Kemajuan ini berpotensi memengaruhi keandalan sistem kriptografi yang kini digunakan melindungi data dan infrastruktur digital.

    >>> Realme P4x dan P4 Lite, Pilihan Ponsel Rp2 Jutaan Baterai Besar

    Menyikapi hal itu, PERURI mengangkat Post-Quantum Cryptography (PQC) sebagai topik utama dalam PERURI Digital Summit 2026 pada Oktober lalu di Taman Kota PERURI, Jakarta Selatan.

    PQC adalah pendekatan kriptografi yang dirancang tetap aman dari potensi serangan komputer kuantum di masa depan.

    Pengembangannya semakin penting seiring kebutuhan perlindungan informasi digital di pemerintahan, keuangan, kesehatan, hingga infrastruktur strategis nasional.

    >>> Chip Cerdas Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi di PERURI Chip Hackathon 2026

    Ancaman Harvest Now, Decrypt Later

    Dalam panel diskusi hari pertama, narasumber menyoroti risiko Harvest Now, Decrypt Later.

    Ancaman ini merujuk pada kemungkinan data terenkripsi dikumpulkan saat ini untuk dibuka ketika teknologi memiliki kemampuan memadai.

    Kondisi tersebut menunjukkan tantangan keamanan digital tidak hanya soal ancaman hari ini, tetapi juga perlindungan informasi jangka panjang.

    >>> Samsung Disebut Kembangkan Tablet Lipat 17 Inci yang Menyusut Jadi 8 Inci

    Menghadapi risiko itu, keandalan institusi dan organisasi menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan perkembangan teknologi.

    Langkah awal dapat dilakukan melalui pemetaan aset digital, identifikasi sistem kriptografi, evaluasi risiko keamanan, serta penyusunan prioritas penyesuaian teknologi berdasarkan tingkat sensitivitas dan kebutuhan perlindungan informasi.

    Edwin Purwandesi selaku Direktur Bisnis Digital PERURI menjelaskan keterlibatan PERURI dalam kelompok kerja persiapan menghadapi teknologi pasca kuantum.

    >>> Komisi Eropa Minta TikTok Ubah Algoritma 'Untuk Anda' demi Kesehatan Mental

    Salah satu tahapan yang dilakukan adalah mempersiapkan mekanisme untuk mengidentifikasi aset digital yang berpotensi terdampak.

  • Realme P4x dan P4 Lite, Pilihan Ponsel Rp2 Jutaan Baterai Besar

    Ponsel di kelas harga Rp2 jutaan kini menawarkan spesifikasi yang semakin menarik, terutama untuk daya tahan baterai.

    Bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar rumah atau bermain game, kapasitas baterai besar menjadi pertimbangan utama.

    >>> Chip Cerdas Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi di PERURI Chip Hackathon 2026

    Salah satu pilihan yang bisa dilirik datang dari lini realme P4 Series, yakni realme P4x dan realme P4 Lite.

    Keduanya mengandalkan baterai berkapasitas besar, layar dengan refresh rate 120Hz, serta perlindungan bodi untuk penggunaan sehari-hari.

    >>> Samsung Disebut Kembangkan Tablet Lipat 17 Inci yang Menyusut Jadi 8 Inci

    realme P4x dan P4 Lite

    realme P4x dibekali baterai 8000mAh Titan Battery yang diklaim mampu menemani aktivitas dalam waktu panjang.

    Ponsel ini bahkan mencatatkan Rekor MURI setelah digunakan bermain game MOBA selama lebih dari 10 jam nonstop dan masih menyisakan daya.

    >>> Komisi Eropa Minta TikTok Ubah Algoritma 'Untuk Anda' demi Kesehatan Mental

    Pengisian dayanya didukung teknologi 45W Fast Charge dan 6W Reverse Charging untuk mengisi daya perangkat lain.

    Ada pula fitur Bypass Charging yang menyalurkan daya langsung ke motherboard untuk membantu menjaga suhu perangkat saat bermain game sambil mengisi daya.

    >>> Layar HP 2027 Berbentuk Kotak, Ini Alasan di Baliknya

    Sementara itu, realme P4 Lite juga menawarkan baterai besar dan layar 120Hz sebagai alternatif di kelas harga yang sama.

  • Chip Cerdas Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi di PERURI Chip Hackathon 2026

    Tiga tim finalis PERURI Chip Hackathon 2026 mempresentasikan inovasi desain chip dalam babak final pitching pada hari kedua PERURI Digital Summit 2026, Kamis (22/10), di Taman Kota PERURI, Jakarta.

    Kompetisi ini menjadi puncak rangkaian yang memberi ruang bagi talenta muda mengembangkan kemampuan desain chip, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem semikonduktor nasional.

    >>> Samsung Disebut Kembangkan Tablet Lipat 17 Inci yang Menyusut Jadi 8 Inci

    Ketiga tim yang melaju ke final adalah Casa Tubagus dan iSeeDesignITB dari Institut Teknologi Bandung, serta Digilarp dari Universitas Indonesia.

    Mereka memaparkan latar belakang masalah, pendekatan teknologi, dan potensi penerapan solusi desain chip di hadapan dewan juri, manajemen PERURI, serta tamu undangan.

    Inovasi Keamanan hingga AI

    Tim Casa Tubagus meraih juara pertama dengan desain chip keamanan yang memanfaatkan sidik jari fisik unik pada setiap chip sebagai identitas untuk mencegah pemalsuan dan penggandaan, khususnya pada paspor elektronik (e-paspor).

    >>> Komisi Eropa Minta TikTok Ubah Algoritma 'Untuk Anda' demi Kesehatan Mental

    Juara kedua diraih iSeeDesignITB yang membawa desain chip berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk membantu robot bergerak lebih cerdas, aman, dan efisien, terutama saat beroperasi di lingkungan yang sama dengan manusia.

    Sementara itu, Digilarp dari Universitas Indonesia menempati juara ketiga dengan inovasi desain keamanan chip yang bertujuan melindungi kunci enkripsi dan data sensitif pada e-paspor dari upaya peretasan melalui serangan fisik.

    >>> Layar HP 2027 Berbentuk Kotak, Ini Alasan di Baliknya

    Keberhasilan ketiga tim merupakan hasil rangkaian kompetisi yang melibatkan 98 tim pendaftar dengan total 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Indonesia.

    Lima tim terbaik terpilih melalui seleksi dan kurasi untuk mengikuti bootcamp intensif pada 18–20 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sebelum tiga tim melaju ke final.

    Sejak tahap awal, setiap tim ditantang memilih satu dari empat bidang pengembangan teknologi: Secure Identity & Security Element Chip, Hardware Cryptography Accelerator, AI/Edge Accelerator, dan Secure Communication.

    >>> Huawei Qingyun HM650: PC Tanpa Intel dan Qualcomm, Klaim 100 Persen Komponen China

    Bidang yang dipilih menjadi dasar penyusunan proposal dan solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan mulai dari keamanan dan identitas digital hingga kecerdasan artifisial serta komunikasi yang aman.

  • Samsung Disebut Kembangkan Tablet Lipat 17 Inci yang Menyusut Jadi 8 Inci

    Samsung disebut sedang mengembangkan tablet lipat berukuran besar dengan layar 17 inci saat dibuka sepenuhnya.

    Saat dilipat, perangkat tersebut dikabarkan menyusut menjadi tablet berukuran 8 inci.

    >>> Komisi Eropa Minta TikTok Ubah Algoritma 'Untuk Anda' demi Kesehatan Mental

    Informasi ini beredar dari seorang pembocor di platform media sosial X.

    Jika akurat, produk itu akan menawarkan desain yang berbeda dari tablet yang ada saat ini.

    >>> Layar HP 2027 Berbentuk Kotak, Ini Alasan di Baliknya

    Namun, Samsung belum secara resmi mengonfirmasi proyek tersebut.

    Mekanisme Lipatan Masih Misterius

    Pada akhir Agustus, sumber yang sama mengungkapkan perangkat lipat 17 inci dengan beberapa versi prototipe.

    Saat itu, pabrikan yang mengembangkan perangkat tersebut tidak disebutkan.

    >>> Huawei Qingyun HM650: PC Tanpa Intel dan Qualcomm, Klaim 100 Persen Komponen China

    Baru-baru ini, Samsung disebut-sebut sebagai pengembangnya.

    Meski demikian, mekanisme peralihan antara layar 17 inci dan 8 inci saat dilipat masih belum jelas.

    >>> Target Valuasi Anthropic USD1,5 Triliun, Setara 110 Juta Avanza

    Hal ini membuat desain sebenarnya dari perangkat tersebut menjadi topik yang menarik.

  • Komisi Eropa Minta TikTok Ubah Algoritma ‘Untuk Anda’ demi Kesehatan Mental

    Komisi Eropa meminta TikTok meninjau dan mengubah algoritma rekomendasi ‘Untuk Anda’.

    Permintaan ini muncul setelah kesimpulan awal bahwa sistem tersebut dapat menjebak pengguna dalam konten serupa.

    >>> Layar HP 2027 Berbentuk Kotak, Ini Alasan di Baliknya

    Pada 6 November, Komisi Eropa mengumumkan temuan awal bahwa TikTok mungkin melanggar Undang-Undang Layanan Digital (DSA).

    Platform dinilai gagal menilai dan menerapkan langkah memadai untuk mengurangi risiko dari sistem rekomendasi kontennya.

    Efek Lubang Kelinci dan Dampak Psikologis

    Badan tersebut memperingatkan bahwa algoritma TikTok dapat menciptakan efek ‘lubang kelinci’.

    >>> Huawei Qingyun HM650: PC Tanpa Intel dan Qualcomm, Klaim 100 Persen Komponen China

    Pengguna terus-menerus terpapar video tentang topik yang sama, termasuk konten yang berdampak negatif pada kesehatan mental.

    Menurut Komisi Eropa, bagian ‘Untuk Anda’ mempersonalisasi video berdasarkan perilaku menonton dan interaksi pengguna.

    Ketika seseorang menonton atau menyukai konten tentang topik tertentu, sistem akan terus menyarankan video serupa.

    Paparan berulang terhadap konten tentang kesedihan, isolasi, masalah citra tubuh, atau masalah kesehatan mental dapat berdampak buruk.

    >>> Target Valuasi Anthropic USD1,5 Triliun, Setara 110 Juta Avanza

    Risiko ini terutama mengancam remaja dan individu yang rentan.

    Komisi Eropa meyakini pengamanan yang ada di TikTok tidak cukup efektif.

    Fitur ‘Tidak Tertarik’ tidak memberikan pengguna kendali penuh atas konten yang direkomendasikan.

    >>> Mengenal LIMS, Sistem Penyadapan Lewat Jaringan Operator Tanpa Aplikasi di Ponsel

    Sementara itu, algoritma masih memprioritaskan waktu tonton dan tingkat keterlibatan.

  • Layar HP 2027 Berbentuk Kotak, Ini Alasan di Baliknya

    Arah desain ponsel pintar pada 2027 berpeluang berubah. Bodi lebih pendek dengan layar melebar mendekati bentuk kotak menjadi salah satu kemungkinan yang mencuat.

    Ketertarikan pada format ini terletak pada ruang tampilan yang bertambah tanpa perlu membuka lipatan perangkat.

    >>> Huawei Qingyun HM650: PC Tanpa Intel dan Qualcomm, Klaim 100 Persen Komponen China

    Huawei telah memberi gambaran melalui Pura X View.

    Perangkat itu memakai layar 6,39 inci dengan rasio 16:9,5, berbeda dari proporsi jangkung 20:9 yang jadi pembanding.

    Huawei memasarkan bidang layar tersebut untuk menonton, membaca, dan mengakses dokumen.

    Sementara itu, laporan GSMArena menyebut vivo dikabarkan menyiapkan ponsel lebar untuk peluncuran pada 2027.

    Informasi dari pembocor Digital Chat Station itu menyebut kemungkinan layar di bawah 6,5 inci.

    >>> Target Valuasi Anthropic USD1,5 Triliun, Setara 110 Juta Avanza

    Xiaomi dan OPPO juga dikaitkan dengan pengembangan perangkat sejenis. Namun, informasi tersebut masih berupa bocoran, bukan pengumuman resmi perusahaan.

    Banyaknya artikel belum berarti banyak konfirmasi independen karena sejumlah laporan merujuk sumber yang sama.

    Format ini tetap termasuk candy bar atau ponsel berbodi tetap tanpa lipatan. Kebaruannya berada pada proporsi layar.

    Luas layar bertambah tanpa menambah diagonal

    Angka diagonal belum menggambarkan seluruh ruang yang tersedia pada layar. Dua perangkat berukuran 6,4 inci dapat memiliki luas tampilan berbeda apabila proporsinya berbeda.

    Dalam perhitungan geometris, layar persegi panjang 6,4 inci dengan rasio 20:9 mempunyai bidang sekitar 66,7 × 148,2 milimeter.

    >>> Mengenal LIMS, Sistem Penyadapan Lewat Jaringan Operator Tanpa Aplikasi di Ponsel

    Pada diagonal sama, rasio 16:10 menghasilkan bidang sekitar 86,2 × 137,9 milimeter.

    Luasnya bertambah sekitar 20 persen. Lebarnya naik hampir 2 sentimeter, sedangkan tingginya berkurang sekitar 1 sentimeter.

    Perhitungan tersebut merupakan ilustrasi, bukan pengukuran dua produk tertentu. Sudut membulat, lubang kamera, dan bingkai layar diabaikan.

    Namun, hasilnya menjelaskan mengapa ponsel dengan diagonal relatif kecil tetap dapat menyediakan bidang tampilan lapang.

    Konsekuensinya juga nyata. Pura X View memiliki tinggi bodi 144,1 milimeter dan lebar 87 milimeter.

    >>> LIMS Bisa Pantau Komunikasi Tanpa Aplikasi di Ponsel, Ini Batasnya

    Perangkat ini pendek secara tinggi, tetapi lebar saat digenggam. Karena itu, rumor layar vivo di bawah 6,5 inci belum cukup untuk menyebutnya ponsel mungil.

  • Target Valuasi Anthropic USD1,5 Triliun, Setara 110 Juta Avanza

    Target valuasi Anthropic menjelang penawaran umum perdana saham atau IPO disebut mencapai USD1,5 triliun.

    Dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS, nilai itu setara Rp27.000 triliun atau Rp27 kuadriliun.

    >>> Mengenal LIMS, Sistem Penyadapan Lewat Jaringan Operator Tanpa Aplikasi di Ponsel

    Perusahaan pembuat Claude ini masih mencatat rugi operasi meski target valuasinya sangat tinggi.

    Namun, angka tersebut belum menjadi valuasi final.

    >>> LIMS Bisa Pantau Komunikasi Tanpa Aplikasi di Ponsel, Ini Batasnya

    The Wall Street Journal melaporkan sejumlah investor besar meragukan target itu setelah pasar saham tertekan oleh pelepasan investasi terkait kecerdasan buatan.

    >>> Warga AS Menolak Pusat Data AI, Investasi Rp17.900 Triliun Terancam

    Skala Indonesia

    Besarnya angka itu dapat dibayangkan melalui mobil keluarga.

    Dengan harga awal Avanza Rp244,2 juta, Rp27 kuadriliun secara matematis setara harga sekitar 110,6 juta mobil.

    >>> Martha Suherman dan Arbain Rambey Tukar Peran di Hayomoto 9th Anniversary

    Perhitungan ini hanya ilustrasi untuk menggambarkan skala valuasi, bukan nilai riil atau proyeksi pasar.

  • Huawei Qingyun HM650: PC Tanpa Intel dan Qualcomm, Klaim 100 Persen Komponen China

    Huawei memperkenalkan komputer meja seri Qingyun HM650 dan HM650G pada 5 November 2026. Perangkat ini ditujukan untuk perusahaan dan instansi pemerintah.

    PC tersebut mengandalkan prosesor Kirin X90 dan sistem operasi HarmonyOS. Huawei menggantikan pasangan Intel atau AMD dengan Windows yang lazim pada PC.

    >>> Mengenal LIMS, Sistem Penyadapan Lewat Jaringan Operator Tanpa Aplikasi di Ponsel

    Huawei mengklaim komponen komputer ini 100 persen buatan China. Menurut laman resmi perusahaan, klaim tersebut merujuk pada komponen yang diproduksi di China.

    Pemeriksaan dilakukan oleh Zhejiang Kezheng Electronic Information Product Inspection. Namun, keterangan itu memberi batas penting: yang dinilai adalah asal komponen.

    >>> LIMS Bisa Pantau Komunikasi Tanpa Aplikasi di Ponsel, Ini Batasnya

    Klaim tersebut belum membuktikan seluruh kekayaan intelektual, perangkat perancangan chip, dan mesin pembuat komponennya juga berasal dari China.

    Memisahkan Perusahaan dan Arsitektur Prosesor

    Perbandingan Huawei dengan Intel, AMD, dan ARM perlu memisahkan perusahaan dari arsitektur. Intel dan AMD adalah pembuat prosesor, sedangkan ARM adalah keluarga arsitektur instruksi.

    Arsitektur dapat diibaratkan sebagai bahasa, sementara prosesor adalah mesin yang memahaminya. Dua perusahaan dapat merancang mesin berbeda untuk menjalankan bahasa yang sama.

    >>> Warga AS Menolak Pusat Data AI, Investasi Rp17.900 Triliun Terancam

    Intel Core dan AMD Ryzen sama-sama menggunakan keluarga instruksi x86-64, meskipun rancangan internalnya berbeda. Kesamaan ini membantu keduanya menjalankan aplikasi Windows yang sama, sepanjang memenuhi kebutuhan aplikasi.

    Adapun platform Kirin pada komputer HarmonyOS menggunakan lingkungan ARM64. Penyedia mesin virtualnya menyediakan Windows versi ARM.

    >>> Martha Suherman dan Arbain Rambey Tukar Peran di Hayomoto 9th Anniversary

    Halaman spesifikasi HM650 tidak memerinci versi instruksi maupun rancangan inti X90. Karena itu, klaim kemandirian komponen perlu dipisahkan dari soal arsitektur dan ekosistem aplikasi.