Tim pemadam kebakaran Kota Solo mengevakuasi seorang mahasiswi yang kakinya terjebak di celah penutup selokan di Kampus FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Senin siang.
Insiden ini menjadi perhatian publik setelah video evakuasi diunggah oleh akun media sosial resmi Damkar Solo.
Dua orang mahasiswa datang langsung ke posko penyelamatan untuk meminta bantuan darurat. Mereka melaporkan bahwa rekan mereka tidak bisa melepaskan kaki dari jeruji besi selokan.
Petugas Damkar Solo, Matias, mengatakan bahwa para mahasiswa tersebut berinisiatif datang langsung ke posko karena mungkin belum tahu nomor WhatsApp center.
Tim penyelamat tiba di lokasi dalam waktu 3 hingga 5 menit. Proses evakuasi menggunakan alat penekan hidrolik selesai dalam 5 menit.
"Ya kurang lebih perjalanan ya 3 menit sampai 5 menit. Habis itu kita evakuasi berapa menit, 5 menit udah selesai.
Begitu, dengan metode hydraulic rescue tool," ujar Matias.
Peristiwa terjadi saat korban yang sedang sakit digendong oleh rekannya. Saat berpindah tempat, kaki penggendong terkilir dan tumpuannya amblas masuk ke sela-sela penutup selokan.
Sebelum menghubungi damkar, para mahasiswa sempat mencoba mengeluarkan kaki korban secara mandiri namun gagal.
Petugas tidak memotong besi selokan, melainkan melebarkan sela-sela besi menggunakan alat hidrolik agar kaki korban bisa ditarik keluar tanpa cedera tambahan.
Matias menambahkan bahwa evakuasi non-kebakaran seperti ini sudah menjadi tugas rutin harian mereka. Contoh lainnya termasuk evakuasi ular, sarang tawon, penanganan tumpahan solar, dan evakuasi kecelakaan mobil.
