Harga emas di pasar spot global mencapai US$4.538 per troy ounce pada Sabtu (30/5/2026).
Lonjakan ini dipicu oleh meredanya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut laporan Investor Daily, kesepakatan awal perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari telah dicapai.
Kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta perundingan program nuklir Teheran.
Perkembangan strategis ini menjadi katalis positif bagi saham emiten pertambangan emas.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia terkoreksi 2,14 persen ke posisi US$87.016 per barel.
Harga minyak Brent juga melemah 2,19 persen ke level US$90.666 per barel.
Sebaliknya, komoditas emas menguat US$42,46 atau sekitar 0,97 persen.
Penguatan harga emas juga dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar dan ekspektasi kebijakan The Fed yang diperkirakan menahan kenaikan suku bunga.
