Gelombang panas mematikan yang melanda Eropa barat laut diperkirakan akan semakin intensif di Spanyol dan Prancis. Kondisi ekstrem ini mendorong lonjakan permintaan listrik untuk pendinginan ruangan.
Menurut analisis dari lembaga Vaisala, suhu di kedua negara diprediksi naik 6 hingga 9 derajat Celsius di atas normal dalam beberapa hari ke depan.
Météo-France, lembaga prakiraan cuaca pemerintah Prancis, menyatakan suhu tertinggi siang hari bisa mencapai 39 derajat Celsius di wilayah selatan Prancis.
Kenaikan kebutuhan alat pendingin ruangan di Prancis berdampak langsung pada konsumsi listrik siang hari.
Data RTE menunjukkan beban puncak sebesar 52,8 gigawatt diperkirakan terjadi pada pukul 14:30 Kamis, naik dari sekitar 47 gigawatt pekan sebelumnya.
Dampak pada Pasokan Listrik
Fenomena kubah panas bertekanan tinggi ini diperkirakan sedikit menguat sebelum mereda pada akhir pekan.
Pola cuaca tersebut menahan pembentukan awan dan menstabilkan atmosfer, sehingga meningkatkan produksi listrik tenaga surya yang sempat membuat harga listrik turun di bawah nol.
Namun, kecepatan angin justru menurun drastis. Akibatnya, harga listrik malam hari di Jerman melonjak karena pasokan energi menipis setelah matahari terbenam.
Sementara di Spanyol, lembaga AEMET memproyeksikan suhu tertinggi mencapai 38 derajat Celsius di barat daya dan 37 derajat Celsius di utara.
Peringatan kesehatan terkait cuaca panas telah dikeluarkan di Prancis, Spanyol, dan Inggris.
Paparan suhu ekstrem ini telah dikaitkan dengan kasus kematian di Prancis dan Spanyol.
Pihak berwenang mengeluarkan peringatan kuning untuk suhu tinggi pada Kamis di Prancis barat dan Spanyol utara. Inggris juga mengeluarkan peringatan kuning di wilayah selatan.
Lebih dari separuh dari total 51 gelombang panas yang melanda Prancis sejak 1947 terjadi dalam 15 tahun terakhir, menurut catatan Météo-France.
Hal ini memperparah kekhawatiran tentang kapasitas adaptasi Eropa terhadap perubahan iklim.
