⌂ Home News Cara Atasi Anak Trauma Melihat Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha
News

Cara Atasi Anak Trauma Melihat Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha

Anak menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha
Anak menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha
A A Text Size16px

Momen Idul Adha sering kali membuat anak penasaran dengan proses penyembelihan hewan kurban. Namun, tidak semua anak siap secara mental untuk menyaksikannya.

Psikolog anak dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan, mengatakan bahwa setiap anak memiliki respons berbeda. Ada yang tenang, ada pula yang menangis atau mendadak diam setelah melihat penyembelihan.

Jika dipaksakan, anak berisiko mengalami trauma jangka panjang. "Anak bisa tidak mau makan daging, murung, dan sedih berkepanjangan karena kasihan," ujar Sani.

Langkah Mengamati Kesiapan Anak

Orang tua perlu mengobservasi kesiapan anak sebelum mengizinkan mereka melihat kurban. Saran Sani, mulailah dengan melihat dari jarak jauh.

"Dari jauh dulu melihatnya, kemudian mendekat jika anak oke. Tapi kadang anak tidak tahu dirinya siap atau tidak, makanya harus dilihat dari jauh dulu," jelasnya.

Anak laki-laki umumnya lebih berani daripada anak perempuan. Aktivitas ini biasanya diperbolehkan untuk anak usia SD, namun riwayat emosional tetap perlu dipertimbangkan.

Psikolog anak dari Tiga Generasi Brawijaya Clinic, Marcelina Melissa, menambahkan bahwa anak bisa kaget melihat ekspresi kesakitan hewan.

"Bukan tidak mungkin anak ingin menolong karena merasa binatang perlu ditolong," katanya.

Menyesuaikan dengan Karakter Anak

Karakter anak menjadi faktor penting. Anak yang sensitif atau mudah sedih sebaiknya tidak diajak ke lokasi penyembelihan.

"Kalau anaknya sering tidak enakan atau cenderung sensitif, lebih baik tidak diberikan melihat penyembelihan. Bisa juga melalui video dulu untuk melihat efeknya," kata Sani.

Fokus utama Idul Adha sebenarnya bukan pada proses pemotongan, melainkan pada makna ibadah. "Makna Idul Adha adalah mengingatkan bahwa ini firman Tuhan kepada Nabi-Nya dan dipatuhi," tutup Sani.

About the Author
📰 Latest Updates