Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memfasilitasi kelancaran produksi film komedi horor "Sekawan Limo 2: Gunung Klawih" di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kepastian dukungan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pemutaran film di Jakarta Selatan pada Rabu, 27 Mei 2026.
Kemenekraf melakukan mediasi dengan menghubungkan tim produksi dan para pemangku kepentingan setempat, termasuk Pemerintah Kabupaten Malang.
Hal ini bertujuan untuk memperlancar proses pengambilan gambar di kawasan Gunung Kawi.
Sutradara Bayu Skak menyampaikan apresiasi atas efisiensi pengurusan izin di daerah tersebut.
"Dukungan ada dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Pak Menteri Riefky juga menyambungkan kami, menyambungkan ke Bupati Malang seperti itu, jadi ada rekomendasi gitu, itu membantu sekali loh," kata Bayu Skak.
Pemberian rekomendasi birokrasi dinilai menjadi faktor krusial dalam kelancaran syuting adegan pendakian gunung.
Film ini merupakan sekuel dari "Sekawan Limo" yang dirilis pada 2024 dan berhasil meraih lebih dari 2,5 juta penonton.
Penayangan serentak di bioskop dimulai pada 27 Mei 2026.
Kisah petualangan lima karakter utama—Bagas, Andrew, Lenni, Dicky, dan Juna—kembali diangkat.
Selain menghibur, film ini dirancang sebagai medium refleksi sosial.
Bayu Skak menekankan pesan moral tentang pentingnya memutus rantai dendam dan perselisihan masa lalu demi persatuan.
"Kita harus belajar bahwa pilu dibalas dengan pilu akan melahirkan pilu lagi. Jadi, jangan sampai melakukan hal seperti itu, kita harus bersatu padu," ujarnya.
