Indeks saham Amerika Serikat mencatat kenaikan pada Jumat pagi, 22 Mei 2026, seiring investor menantikan perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran.
Berdasarkan data pasar yang dilaporkan Detik Finance, S&P 500 naik 0,4 persen, mengamankan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut.
Ini merupakan rentetan kemenangan mingguan terpanjang sejak 2023.
Dow Jones Industrial Average juga naik 0,6 persen setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis. Sementara itu, Nasdaq Composite yang padat teknologi naik 0,2 persen.
Pasar saham memulai pekan ini dengan posisi lebih rendah karena kekhawatiran inflasi yang persisten dapat mendorong kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Namun, sentimen investor berubah pada Rabu setelah laporan kemajuan dalam diskusi diplomatik AS-Iran.
Kesepakatan tersebut berpotensi menyelesaikan salah satu pendorong utama kenaikan harga. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti potensi kesepakatan itu.
Perkembangan Negosiasi dan Dampak Ekonomi
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan media pemerintah Iran mencatat adanya kemajuan dalam negosiasi.
Meskipun ada sinyal positif, masih terdapat titik-titik gesekan signifikan terkait stok uranium Iran dan status Selat Hormuz.
Dampak ekonomi dari penutupan Selat Hormuz terhadap harga bahan bakar dan biaya hidup sangat mempengaruhi konsumen AS pada Mei.
Data dari University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen turun ke rekor terendah seiring ekspektasi inflasi jangka panjang yang meningkat.
Musim laporan keuangan perusahaan juga terus berlangsung di Wall Street.
Kontraktor pemerintah besar Booz Allen Hamilton melaporkan hasil keuangan kuartalan yang melampaui ekspektasi laba Wall Street, namun pendapatannya di bawah proyeksi.

