Saham Ross Stores (NASDAQ: ROST) mengalami kenaikan signifikan pada Jumat setelah perusahaan ritel diskon ini melaporkan pertumbuhan penjualan dan laba yang melampaui ekspektasi.
Perusahaan yang fokus pada nilai ini terus menarik konsumen yang sadar anggaran di tengah tingginya biaya energi dan hidup.
Model bisnis Ross Stores mengandalkan pembelian barang surplus dari produsen dan peritel lain dengan diskon besar, sehingga dapat menawarkan harga murah kepada pelanggan.
Strategi ini menciptakan pengalaman berbelanja unik dengan inventaris yang selalu berubah, layaknya berburu harta karun.
Kinerja Keuangan Kuartal I Fiskal 2026
Pada kuartal pertama fiskal 2026 yang berakhir 2 Mei, pendapatan total Ross Stores melonjak 21% year-over-year menjadi $6 miliar.
Penjualan toko yang sama (comparable store sales) untuk lokasi yang beroperasi setidaknya satu tahun meningkat 17%.
Laba bersih perusahaan melonjak 36% menjadi $650 juta, didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat.
Dengan adanya pembelian kembali saham, laba per saham (EPS) meningkat 37% menjadi $2,02.
Menyusul kinerja positif ini, manajemen perusahaan menaikkan prospek keuangan setahun penuh.
Manajemen memperkirakan pertumbuhan penjualan toko yang sama akan berada di kisaran 6% hingga 7%.
Laba per saham tahunan diperkirakan naik 13% hingga 17%, mencapai target $7,50 hingga $7,74.
CEO Jim Conroy menyatakan keyakinannya terhadap potensi jangka panjang model bisnis ini.
"Kami yakin berada dalam posisi yang tepat untuk merebut pangsa pasar lebih besar dan mendorong pertumbuhan yang menguntungkan dalam jangka panjang," ujar Conroy.
