⌂ Home News Saham AI Eropa Melonjak di Tengah Kekacauan Ekonomi Regional
News

Saham AI Eropa Melonjak di Tengah Kekacauan Ekonomi Regional

Grafik kenaikan saham AI Eropa
Grafik kenaikan saham AI Eropa
A A Text Size16px

Saham kecerdasan buatan (AI) di Eropa menunjukkan penguatan yang stabil, meskipun ekonomi regional mengalami perlambatan akibat krisis energi dari perang Iran.

Hal ini diungkapkan dalam riset TS Lombard yang dirilis pada 22 Mei lalu.

Data menunjukkan aktivitas ekonomi zona euro turun pada laju tercepat dalam lebih dari dua setengah tahun pada Mei ini.

Konflik yang berlangsung juga menghentikan strategi perdagangan regional khusus, sehingga ekspektasi saham Eropa tertinggal dari pesaing Amerika.

Dua Kelompok Saham AI Jadi Motor Penggerak

Analisis investasi mengungkapkan bahwa dua kelompok spesifik saham terkait AI bertanggung jawab atas lebih dari dua pertiga pergerakan positif saham Eropa dalam enam pekan terakhir.

Kelompok rantai pasok semikonduktor yang berisi ASML, Infineon, dan STMicroelectronics naik sekitar 20 persen sejak awal April.

Kelompok infrastruktur lainnya yang terdiri dari perusahaan pusat data dan peralatan seperti Schneider Electric dan Prysmian naik sekitar 22 persen.

Data LSEG menunjukkan pergerakan ini masih lebih kecil dibandingkan lonjakan 55 persen di Korea Selatan, dan sedikit di belakang Nasdaq 100 serta pasar Taiwan.

Kenaikan saham AI Eropa masih memiliki ruang untuk tumbuh karena sub-indeks Eropa diperdagangkan pada hampir 28 kali laba yang diharapkan, dibandingkan dengan hampir 35 kali untuk Nasdaq.

Momentum ini mengikuti laba perusahaan Amerika yang kuat dan perluasan pendanaan infrastruktur di benua tersebut.

"Kinerja keranjang AI EU kami sejak April setara dengan Nasdaq, hanya sedikit di belakang Taiwan," kata Davide Oneglia, direktur Eropa dan makro global TS Lombard.

Fokus analisis pada periode pasca-April karena kebangkitan global tema AI yang didorong oleh laba perusahaan yang kuat dan perubahan perspektif investor mengenai belanja modal perusahaan.

"Lihatlah kekacauan makro dan jangan abaikan pemenang AI Eropa," tambah Oneglia.

Principal Asset Management, yang mengelola aset sekitar $578 miliar, juga menyoroti bahwa prioritas investasi regional telah bergeser secara signifikan dalam dua tahun terakhir menuju pertahanan, keamanan energi, dan infrastruktur teknologi.

"Anda melihat belanja modal ke area-area tersebut.

Kami berpikir bahwa tema-tema sekuler semacam itu tetap cukup kuat dan mungkin justru diperkuat oleh konflik," kata Seema Shah, kepala strategi global Principal Asset Management.

About the Author
📰 Latest Updates