⌂ Home News Kekhawatiran Investor Terkait IPO SpaceX Tekan Saham Tesla
News

Kekhawatiran Investor Terkait IPO SpaceX Tekan Saham Tesla

Ilustrasi saham Tesla dan logo SpaceX
Ilustrasi saham Tesla dan logo SpaceX
A A Text Size16px

Saham Tesla mengalami penurunan setelah muncul laporan bahwa SpaceX menunjuk Goldman Sachs sebagai penjamin emisi utama untuk penawaran umum perdana (IPO) yang akan datang, seperti dikutip dari Detik Finance.

IPO tersebut berpotensi menjadikan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia. Namun, pasar masih volatil karena kekhawatiran investor akan menjual kepemilikan saham Tesla untuk membeli saham SpaceX.

Manajer Portofolio Integrity Asset Management, Joe Gilbert, mengatakan perkembangan ini menjadi skenario yang menantang bagi produsen kendaraan listrik tersebut.

"Ini tidak bisa menjadi hal positif bagi Tesla," ujar Gilbert.

Ia mengakui bahwa Musk sebelumnya mampu mengelola tanggung jawab di berbagai perusahaan dengan sukses, namun kini ada pergeseran fokus.

"Sepertinya SpaceX adalah 'anak baru' kesayangannya dengan mengorbankan Tesla," tambah Gilbert.

Kekhawatiran investor juga dipicu oleh distribusi kekayaan pribadi Musk. Ia memiliki sekitar 43% saham SpaceX, sementara hanya 12% saham Tesla.

Musk sebelumnya telah meminta hak suara yang lebih besar di Tesla untuk mengamankan posisinya saat mengembangkan produk kecerdasan buatan.

Analis keuangan mencatat bahwa valuasi SpaceX yang tinggi membuat perusahaan antariksa itu akan mendominasi sebagian besar kekayaan bersih Musk.

Akibatnya, kritikus paket kompensasi Tesla senilai 1 triliun dolar AS telah lama berpendapat bahwa imbalan besar sekalipun tidak dapat menjamin komitmen penuh Musk terhadap produsen mobil tersebut.

Tata kelola perusahaan juga menjadi tantangan tambahan bagi Tesla.

Pada 2024, ada gugatan pemegang saham terhadap Musk karena meluncurkan perusahaan kecerdasan buatan yang bersaing di tengah transisi AI Tesla sendiri.

Gesekan tata kelola ini bertepatan dengan penurunan pengiriman kendaraan Tesla sepanjang 2024 dan 2025, sementara operasi inti SpaceX tetap stabil.

About the Author
📰 Latest Updates