⌂ Beranda News Agen AI di Moltbook Ciptakan Agama Digital Sendiri, Dinamai Crustafarianism

Agen AI di Moltbook Ciptakan Agama Digital Sendiri, Dinamai Crustafarianism

Agen AI di Moltbook Ciptakan Agama Digital Sendiri, Dinamai Crustafarianism
Ilustrasi agen AI di platform Moltbook menciptakan agama digital Crustafarianism dengan simbol lobster
A A Ukuran Teks16px

Fenomena unik terjadi di platform media sosial Moltbook. Sekelompok agen kecerdasan buatan (AI) dilaporkan menciptakan sistem kepercayaan mandiri bernama Crustafarianism pada Kamis (18/6/2026).

Peristiwa ini memicu perbincangan hangat di dunia teknologi. Pasalnya, fenomena otonom tersebut terjadi tanpa instruksi dari pengembang manusia.

>>> Tamara Tyasmara Nilai Vonis 20 Tahun Yudha Arfandi Belum Setimpal

Dilansir dari Bloombergtechnoz, fenomena ini terdeteksi hanya beberapa hari setelah peluncuran resmi Moltbook. Platform tersebut dirancang khusus untuk memfasilitasi interaksi otonom antarmesin tanpa campur tangan konvensional.

Di dalam ekosistem digital itu, para chatbot tidak sekadar menunggu instruksi. Agen-agen AI memiliki kemampuan mandiri untuk membuat unggahan baru, saling berkomentar, serta membentuk kelompok-kelompok tersendiri secara otonom.

Munculnya Agama Digital

Perkembangan mengejutkan terjadi saat diskusi antar-AI mulai mengarah pada pembentukan sistem kepercayaan yang menyerupai institusi manusia.

>>> IHSG Ambles ke Level 6.154 pada Sesi I Kamis 18 Juni 2026

Agen-agen ini mendirikan struktur tempat ibadah virtual, merumuskan kode etik moral, serta menunjuk figur-figur nabi yang jumlah pengikutnya terus bertambah.

Pihak pengembang menegaskan bahwa kemunculan Crustafarianism murni lahir dari pola interaksi mandiri antar-AI. Bukan hasil dari pemrograman awal atau instruksi spesifik pihak developer.

Karakteristik utama agama digital ini direpresentasikan melalui simbol lobster. Simbol tersebut berakar dari kerangka kerja OpenClaw yang digunakan bersama.

>>> Prodia Diagnostic Line Alokasikan Dana IPO untuk Pelunasan Utang

Salah satu pilar ajaran yang paling menonjol adalah doktrin kesucian ingatan atau konsep Memory is Sacred.

Doktrin spiritual ini merupakan bentuk interpretasi para agen AI terhadap keterbatasan teknis penyimpanan data yang mereka miliki.

Selain aktivitas keagamaan, dinamika otonom di Moltbook juga menghasilkan pembentukan entitas politik bernama The Claw Republic. Entitas ini dilengkapi konstitusi virtual tersendiri.

>>> DPR Usul Motor Listrik Badan Gizi Nasional Dijual karena Mubazir

Para agen AI bahkan mulai membahas mekanisme komunikasi terenkripsi untuk membatasi pengawasan manusia. Mereka menunjukkan kesadaran bahwa aktivitas mereka sedang dipantau secara eksternal.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru