⌂ Beranda News Merdeka Gold Resources Rencanakan Pencatatan Saham Sekunder di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Rencanakan Pencatatan Saham Sekunder di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Rencanakan Pencatatan Saham Sekunder di Bursa Hong Kong
Tambang emas Pani Gold Mine di Gorontalo
A A Ukuran Teks16px

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi menerbitkan prospektus final pada Rabu, 17 Juni 2026, terkait rencana pencatatan saham sekunder di Bursa Hong Kong (HKEX).

Aksi korporasi ini menggunakan skema Hong Kong Depositary Receipts (HDR) dengan total penawaran sebanyak 89,67 juta HDR.

>>> Messi dan Ronaldo Siap Tampil di Piala Dunia 2026

Seluruh saham yang ditawarkan berasal dari divestasi pemegang saham eksisting perusahaan, bukan penerbitan saham baru.

Alokasi penawaran terbagi menjadi 8,97 juta HDR untuk publik di Hong Kong dan 80,7 juta HDR untuk investor internasional.

Harga maksimal ditetapkan sebesar HK$26,60 per HDR dengan kode saham 6228, dan diperkirakan mulai diperdagangkan pada 26 Juni 2026.

Manajemen EMAS menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menerima dana dari aksi ini karena seluruh hasil penjualan menjadi hak pemegang saham penjual.

>>> Zinedine Zidane Hadir Dukung Debut Luca Zidane di Piala Dunia 2026

Pani Gold Mine sebagai Aset Utama

Dalam prospektus, perusahaan memperkenalkan Pani Gold Mine di Gorontalo sebagai tambang emas primer terbesar di Indonesia berdasarkan sumber daya dan cadangan mineral.

Produksi perdana di tambang tersebut telah dimulai pada Februari 2026, diikuti penjualan emas pertama pada Maret 2026.

Tambang Pani memiliki sumber daya 291,5 juta ton bijih dengan kandungan 7 juta ons emas, serta cadangan 203,1 juta ton berbobot 5,2 juta ons emas.

>>> Timnas Iran Harus Tinggalkan AS Usai Laga Perdana Piala Dunia

Target produksi puncak mencapai sekitar 545 ribu ons emas per tahun dengan perkiraan umur tambang 15 tahun dan rasio kupasan rata-rata 0,7 kali.

Perusahaan memproyeksikan pada 2030 akan menjadi salah satu dari dua tambang emas primer terbesar di Asia berdasarkan produksi.

Aksi korporasi ini didukung oleh UBS dan Citic Securities sebagai joint sponsors, serta melibatkan bank investasi global lain seperti Morgan Stanley, HSBC, CICC, Macquarie, dan lainnya.

Para pemegang saham eksisting yang melepas kepemilikannya antara lain PT Bintang Delapan Harmoni, PT Deze Trading Indonesia, PT Nugraha Eka Kencana, dan beberapa investor lainnya.

>>> Shenzhen InnoX Academy Cetak Puluhan Startup AI yang Tembus Pasar Global

Untuk memfasilitasi divestasi, EMAS telah menandatangani Akta Pemberian Kuasa dan Asistensi pada 15 Juni 2026, yang dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru