⌂ Beranda News IHSG Melonjak 1,07% ke 6.321,96 pada Pembukaan Perdagangan

IHSG Melonjak 1,07% ke 6.321,96 pada Pembukaan Perdagangan

IHSG Melonjak 1,07% ke 6.321,96 pada Pembukaan Perdagangan
Grafik IHSG melonjak pada pembukaan perdagangan
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak 1,07 persen atau naik 67 poin ke level 6.321,96 pada perdagangan Rabu (17/6/2026).

Data IDX Mobile pukul 09.00 WIB menunjukkan lonjakan ini melanjutkan tren penguatan signifikan sebesar 17,09 persen dalam sepekan terakhir.

>>> Dukcapil Daerah Pastikan Stok Blangko KTP-el Aman untuk Pelayanan

Beberapa menit setelah pasar dibuka, indeks saham terus tancap gas sebesar 1,5 persen ke level 6.352,07.

Pergerakan IHSG berada di kisaran 6.269,64 hingga 6.377,19.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, kapitalisasi pasar mencapai Rp11.010 triliun. Sebanyak 472 saham menguat, 138 saham melemah, dan 349 saham bergerak stagnan.

Faktor Pendorong Penguatan IHSG

Kondisi pasar yang mencatatkan pembalikan arah ini dipengaruhi oleh deeskalasi geopolitik. Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan sementara selama 60 hari.

Sentimen tersebut menjatuhkan harga minyak dunia ke level terendah dalam tiga bulan. Hal ini menumbuhkan harapan dibukanya kembali Selat Hormuz yang dapat menurunkan tekanan subsidi fiskal Indonesia.

Selain faktor geopolitik global, pelaku pasar saat ini sedang mencermati hari pertama pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

RDG BI akan merumuskan keputusan suku bunga acuan untuk diumumkan pada Kamis besok.

Pasar juga menantikan pengumuman kebijakan suku bunga Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat.

Selain itu, hasil tinjauan dari dua lembaga penyedia indeks global, yakni MSCI dan FTSE, dijadwalkan pada 19 Juni mendatang.

Pandangan Analis

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menilai penguatan indeks domestik tidak lantas mencerminkan kembalinya kepercayaan investor asing.

Para pelaku pasar modal masih bersikap pasif demi mencermati hasil tinjauan lembaga global tersebut.

"Rebound signifikan IHSG tidak serta-merta berarti kembalinya dana asing ke dalam negeri," ungkap Valdy.

Ia menambahkan bahwa evaluasi berkala dari lembaga internasional dijadwalkan bakal segera diumumkan kepada publik. Hal ini diharapkan memberikan arah kepastian pasar.

"Pekan depan masih terdapat beberapa isu yang menjadi perhatian utama, yaitu Global Market Accessibility Review dari MSCI (19/6) dan rebalancing indeks FTSE (19/6).

Keduanya kemungkinan besar akan mempengaruhi pergerakan IHSG di pekan depan," jelas Valdy.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebutkan bahwa penurunan harga saham dari sejumlah korporasi besar pada periode sebelumnya telah membuat tingkat valuasi kelompok saham emiten konglomerat menjadi jauh lebih murah.

>>> AS Wajibkan Timnas Iran Tinggalkan Negara Usai Laga Piala Dunia

Rendahnya harga komoditas saham ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku pasar untuk kembali melakukan akumulasi aset.

"Dengan adanya saham-saham yang sudah terkoreksi cukup signifikan pada periode-periode sebelumnya, begitupun juga terdapat katalis positif dari meredanya risiko geopolitik global, maka valuasi saham-saham tersebut sudah sangat menarik bagi investor untuk melakukan akumulasi," ungkap Nafan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru