Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Investor bersikap hati-hati menjelang pengumuman suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Bloomberg Technoz, rupiah tercatat turun 0,2% ke posisi Rp17.738 per dolar AS pada pembukaan.
>>> Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, BNI 17 Juni 2026 Variatif
Selanjutnya, mata uang Garuda merosot lebih dalam hingga 0,25% ke level Rp17.747 per dolar AS.
>>> IHSG 17 Juni 2026 Melesat 66 Poin, BRMS dan ENRG Masuk Top Gainers
Pelemahan ini mengakhiri tren apresiasi rupiah yang sempat menguat 1,41% dalam lima hari perdagangan sebelumnya. Saat itu, rupiah bergerak seiring penguatan mata uang regional Asia.
Pergerakan Mata Uang Asia
Di kawasan Asia, won Korea Selatan juga melemah 0,27%. Sementara itu, peso Filipina, yen Jepang, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong mencatat penguatan terbatas.
>>> IHSG Menguat 1,41% ke 6.343 pada Perdagangan Rabu 17 Juni 2026
Pasar uang dipengaruhi ekspektasi terhadap hasil rapat The Fed. Bank sentral AS diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%.
>>> Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Pertama Pasar Prediksi Meledak
Pelaku pasar domestik juga mencermati langkah Bank Indonesia (BI). BI diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan hawkish demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.