Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (16/6/2026).
Mata uang Garuda tergelincir 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp 17.725 per dolar AS.
>>> Konflik AS-Iran Mereda, Pemerintah Berpeluang Perluas Ruang Fiskal
Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya rupiah sempat menguat tajam 151 poin dan ditutup di level Rp 17.708 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS justru melemah 0,05 persen ke posisi 99,62.
Sentimen Global dan Domestik Mempengaruhi
Pergerakan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor global dan domestik.
Dari global, kesepakatan awal antara AS dan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi.
>>> Komdigi Pulihkan Jaringan Seluler Pascagempa Magnitudo 6,7 di Palu
Hal ini menekan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
"Kesepakatan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global dan menekan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven," ujar Direktur PT Trijaya Pratama Futures, Ibrahim Assuaibi.
Namun, pasar masih mengantisipasi normalisasi kebijakan moneter global, seperti kenaikan suku bunga Bank Sentral Jepang (BOJ) sebesar 25 basis poin menjadi 1,0 persen.
Investor juga mencermati arah suku bunga AS yang akan diumumkan The Fed.
"Data inflasi yang masih relatif tinggi membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini mulai berkurang," kata Ibrahim.
>>> Parade Karnaval Jakarta Fair 2026 Pikat Ribuan Pengunjung
Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah muncul setelah pemerintah AS berencana menerapkan tarif impor tambahan terhadap produk manufaktur Indonesia melalui skema Pasal 301 Trade Act 1974 mulai 24 Juli 2026.
Skema ini berpotensi meningkatkan total tarif hingga 18 persen, setelah sebelumnya Indonesia dikenakan forced labor tariff sebesar 10 persen.
"Saat ini, ekspor Indonesia ke AS masih dikenakan tarif global 10% berdasarkan Pasal 122 Trade Act yang berlaku sejak Februari 2026," papar Ibrahim.
AS merupakan pasar ekspor nonmigas terbesar kedua bagi Indonesia. Komoditas utamanya meliputi mesin, peralatan listrik, alas kaki, dan pakaian jadi.
>>> Insta360 Luncurkan Kamera Gimbal Luna Ultra dengan Dua Lensa Leica di Indonesia
Untuk perdagangan Rabu (17/6/2026), nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpeluang ditutup menguat pada kisaran Rp 17.690 hingga Rp 17.728 per dolar AS.
