Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,35 persen pada Selasa (16/6/2026).
Keputusan ini diambil untuk merespons tanda-tanda perlambatan ekonomi.
>>> Indosat Gandeng Adobe dan Kemenekraf Beri Akses Gratis Adobe Express Premium
Pengetatan moneter sebelumnya mulai menunjukkan dampak pada perekonomian Australia. Dewan RBA yang beranggotakan sembilan orang mengambil keputusan bulat untuk menahan suku bunga.
Langkah ini diambil setelah tiga kenaikan suku bunga beruntun sejak awal tahun.
Kebijakan RBA sejalan dengan tren global di mana bank sentral utama seperti Federal Reserve, Bank of England, dan Swiss National Bank juga diperkirakan menahan suku bunga.
>>> Biznet Fokus pada Kualitas Layanan untuk Dorong Pertumbuhan Pengguna
Indikator Ekonomi Melemah
Sejumlah indikator domestik menunjukkan pelemahan. Angka pengangguran melonjak ke level tertinggi dalam 4,5 tahun.
Belanja rumah tangga menurun dan pasar perumahan melemah akibat tingginya biaya pinjaman.
"Setelah tiga kenaikan suku bunga acuan sejak awal tahun, kondisi keuangan sekarang lebih ketat daripada sebelumnya," kata dewan dalam pernyataan pascapertemuan.
>>> Mengenal Empat Jenis Skin Booster dan Manfaatnya untuk Kesehatan Kulit
"Ada tanda-tanda bahwa perekonomian melambat seperti yang diharapkan."
Gubernur RBA Michele Bullock dijadwalkan menggelar konferensi pers di Sydney. Ia akan memberikan kejelasan mengenai kebijakan moneter ke depan.
Mayoritas perbankan besar di Australia memproyeksikan suku bunga ini akan bertahan hingga akhir tahun 2026.
>>> Pertamina Klarifikasi Angka Rp18.040 di Struk Pertalite sebagai Harga Keekonomian
Meskipun demikian, inflasi inti diperkirakan tetap berada di atas target mandat ganda bank sentral sebesar 2 hingga 3 persen.
