Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) tercatat stagnan pada perdagangan Selasa (16/6/2026).
Nilai tersebut bertahan di level Rp2.729.000 per gram, tidak berubah dari posisi hari sebelumnya.
Harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam juga tidak bergerak, tetap di angka Rp2.500.000 per gram.
Kondisi dalam negeri ini terjadi di tengah lonjakan harga emas dunia di pasar spot.
Emas dunia ditutup menguat 2,08 persen ke posisi US$4.309,7 per troy ons pada perdagangan kemarin.
Kenaikan harga emas global dipicu oleh meningkatnya harapan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah.
Kedua belah pihak dilaporkan akan menandatangani kesepakatan damai interim di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pekan ini.
Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan jalur Selat Hormuz dan pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS.
"Terisi dengan minyak," kata Presiden AS Donald Trump. Ia menambahkan bahwa banyak kapal sudah bersiap untuk segera mengarungi selat tersebut.
Sentimen positif ini langsung menekan harga minyak dunia jenis brent yang anjlok hampir 5 persen ke level US$83,17 per barel pada perdagangan kemarin.
Stabilnya harga energi diharapkan mampu menjauhkan risiko inflasi global. Dengan demikian, bank sentral memiliki ruang kebijakan tanpa harus terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.
Suku bunga yang tinggi cenderung kurang menguntungkan bagi emas karena statusnya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.