⌂ Beranda News Ketan Patel Ungkap Penyebab Debu Cepat Menumpuk di Dalam Rumah

Ketan Patel Ungkap Penyebab Debu Cepat Menumpuk di Dalam Rumah

Ketan Patel Ungkap Penyebab Debu Cepat Menumpuk di Dalam Rumah
Debu menumpuk di permukaan furnitur rumah
A A Ukuran Teks16px

Debu menjadi persoalan rumah tangga yang kerap muncul dan sulit dihindari. Banyak orang mendapati partikel ini kembali menumpuk dalam waktu singkat meski pembersihan telah dilakukan secara rutin.

Keberadaan debu tidak hanya mengotori hunian, tetapi juga berisiko memicu gangguan kesehatan. Masalah ini patut diwaspadai terutama bagi orang yang memiliki riwayat alergi atau asma.

>>> Akses Keuangan Meningkat, Literasi Generasi Muda Masih Tertinggal

Manajer desain perawatan lantai di Dyson, Ketan Patel, menjelaskan bahwa debu rumah tangga terbentuk dari perpaduan komponen yang variatif.

"Debu rumah tangga adalah campuran kompleks dari berbagai komponen, termasuk kotoran tungau debu, feses tungau debu, bakteri, jamur, bulu hewan peliharaan, serangga kecil, serbuk sari, dan partikel," kata Patel.

Komponen tersebut juga mencakup rontokan rambut, serpihan kain, hingga sel kulit mati manusia.

Sementara itu, kotoran dari luar masuk lewat ventilasi, alas kaki, pakaian, atau terbawa oleh hewan peliharaan.

Elemen berbahaya seperti logam berat, zat mikroplastik, serta bahan kimia tertentu bahkan dapat terkandung di dalamnya.

Pemahaman akan pemicu penumpukan partikel ini sangat penting untuk menjaga kebersihan udara ruangan.

>>> PLN Operasikan 500 Motor Listrik Polytron FOX 350 di Jawa Timur

Faktor Utama Penumpukan Debu

Patel mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menyebabkan partikel kotoran mudah melimpah di dalam ruangan.

Pertama, tingkat kelembapan ruangan yang berlebih.

Kondisi udara yang terlalu lembap memicu jamur dan tungau berkembang biak cepat, meningkatkan jumlah alergen dan membuat partikel kotoran lebih mudah saling menempel.

Pengoperasian AC atau alat dehumidifier dapat mengontrol kelembapan, dengan tingkat ideal 40% hingga 60%.

Kedua, kurangnya perawatan sistem HVAC.

>>> Barantum Raih Rating Tertinggi di Indonesia Berkat Solusi CRM Terintegrasi

Sistem HVAC yang prima dapat menyaring partikel kecil di udara, tetapi saluran udara yang bocor atau filter kotor justru mengedarkan kembali debu ke ruangan.

Pemeriksaan berkala dan penggantian filter udara secara rutin sangat diperlukan.

Ketiga, kekeliruan metode penggunaan vacuum cleaner. Tidak semua alat penghisap debu mampu menyaring partikel halus; sebagian bahkan melepaskan kembali kotoran kecil ke udara.

Disarankan memakai perangkat penahan debu basah atau alat dengan teknologi filter HEPA.

Keempat, pengaruh kondisi lingkungan sekitar. Letak geografis hunian memegang peran besar terhadap volume kotoran yang masuk.

Rumah dekat pabrik, zona industri, pertambangan, atau jalan raya memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi. Celah kecil pada jendela dan pintu tetap bisa menjadi jalur masuk partikel luar.

>>> 4 Ide Gaya Desain Poster Tahun Baru Islam 2026 yang Estetik

Menutup celah serta membersihkan karpet dan furnitur tekstil secara rutin efektif menekan volume debu.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru