⌂ Beranda News Produsen Inaco, Niramas Utama, Siap IPO dengan Target Dana Rp 392 Miliar

Produsen Inaco, Niramas Utama, Siap IPO dengan Target Dana Rp 392 Miliar

Produsen Inaco, Niramas Utama, Siap IPO dengan Target Dana Rp 392 Miliar
Ilustrasi pabrik Inaco milik PT Niramas Utama Tbk
A A Ukuran Teks16px

PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan ringan merek Inaco, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

IPO ini menjadi yang kedua pada tahun 2026 setelah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang listing pada 10 April 2026.

>>> Haiti vs Skotlandia: Laga Pembuka Grup C Piala Dunia 2026

Kehadiran JELI diharapkan memecah kebuntuan aktivitas pasar perdana yang sepi sejak awal tahun hingga pertengahan Juni 2026.

Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 350.000.000 lembar saham, setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor.

Harga penawaran awal saham JELI berada di rentang Rp 900 hingga Rp 1.120 per lembar.

Berdasarkan prospektus yang dirilis pada 14 Juni 2026, perusahaan berpotensi mengantongi dana segar maksimal Rp 392 miliar.

Book building dijadwalkan pada 15-22 Juni 2026, dengan target pernyataan efektif OJK pada 29 Juni 2026.

>>> Insider NBA Sarankan Spurs Mainkan Dylan Harper Lebih Banyak di Game 5

Penawaran umum akan berlangsung pada 1-3 Juli 2026, diikuti penjatahan pada 3 Juli, dan distribusi saham elektronik pada 6 Juli.

Saham JELI direncanakan mulai tercatat dan diperdagangkan di BEI pada 7 Juli 2026.

PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek, sementara penjamin emisi lainnya akan ditentukan kemudian.

Seluruh dana IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan operasional.

>>> San Antonio Spurs Hadapi Eliminasi di Gim 5 Final NBA

Sebesar 51,04% dana akan disalurkan sebagai penyertaan modal ke anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS).

NPS akan menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly guna memenuhi permintaan domestik dan ekspor.

Sekitar 18,36% dana dialokasikan untuk belanja modal mandiri, termasuk pembelian mesin baru guna memperbesar kapasitas penyimpanan dan efisiensi logistik.

Sebesar 10,63% dana akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok utang jangka pendek KMK 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Total pokok pinjaman perseroan di Bank Mandiri mencapai Rp 94 miliar per 31 Maret 2026.

>>> Itel A90 Masih Dijual Rp900 Ribuan di 2026, Ini Spesifikasinya

Sisa dana sebesar 19,97% akan ditempatkan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional harian dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru