⌂ Beranda News IPO SpaceX dan Harapan Damai Iran Dorong Penguatan Bursa AS
News

IPO SpaceX dan Harapan Damai Iran Dorong Penguatan Bursa AS

Layar bursa saham Wall Street menampilkan IPO SpaceX dan penurunan harga minyak
Layar bursa saham Wall Street menampilkan IPO SpaceX dan penurunan harga minyak
A A Ukuran Teks16px

Pasar saham Amerika Serikat mencatat penguatan signifikan pada pekan ini. Kombinasi sentimen positif dari sektor korporasi dan geopolitik global menjadi pemicu utama.

Indeks S&P 500 berhasil melanjutkan tren kenaikan. Salah satu pendorongnya adalah debut perdana saham SpaceX yang melonjak hingga 19 persen.

Perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk itu mencatat rekor baru dalam penawaran umum perdana (IPO). Aktivitas perdagangan di Wall Street pun kian bergairah.

Di sisi lain, harga minyak mentah AS jatuh dan ditutup di bawah level 85 dolar AS per barel.

Penurunan ini dipicu oleh harapan baru untuk mengakhiri konflik di Iran.

Peluang Kesepakatan Damai Iran

Pemerintah AS mengumumkan adanya peluang besar bagi penandatanganan kesepakatan damai sementara dalam beberapa hari ke depan.

Perjanjian tersebut diproyeksikan akan membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklir Iran.

Seorang pejabat tinggi pemerintah memperkirakan kemungkinan kesepakatan mencapai 80 hingga 85 persen. Presiden AS Donald Trump menyatakan ekspektasinya bahwa kesepakatan dapat diresmikan pada akhir pekan atau Senin.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut memberikan sinyal positif. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi bahwa draf akhir perdamaian telah disepakati.

Namun, pergerakan saham sempat mengalami koreksi setelah Trump mengeluhkan kebocoran poin-poin kesepakatan oleh pihak Iran.

Sentimen penurunan harga minyak ini meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap tekanan inflasi global. Para pelaku pasar pun menunda perkiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve hingga tahun depan.

Data ekonomi terbaru menunjukkan perbaikan indikator sentimen konsumen AS di awal Juni. Ini merupakan kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir.

Penurunan harga bahan bakar minyak memberikan kelonggaran finansial bagi warga.

Hasil survei menunjukkan konsumen memperkirakan laju inflasi tahunan sebesar 4,6 persen, turun dari 4,8 persen pada Mei.

Untuk jangka panjang lima hingga sepuluh tahun, masyarakat memproyeksikan biaya hidup naik 3,4 persen per tahun. Angka ini mengoreksi lonjakan pada bulan sebelumnya.

Vail Hartman dari BMO Capital Markets mengatakan penurunan ekspektasi inflasi memberikan kelegaan dari sudut pandang kebijakan moneter.

Namun, ia mencatat bahwa indikator inflasi tetap tinggi dibandingkan tingkat sebelum perang.

Para pejabat bank sentral AS diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan pada 16-17 Juni.

Pertemuan ini menjadi momen perdana di bawah kepemimpinan Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh.

Tim analis Bloomberg Strategists menilai lonjakan harga saham menyusul pernyataan Menteri Luar Negeri Iran menunjukkan pasar masih memiliki ruang untuk optimisme.

Namun, besarnya reaksi kemungkinan akan terbatas.

📰 Update Terbaru