Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 10 saham mengalami penurunan harga signifikan selama sepekan perdagangan, periode 8-12 Juni 2026.
Harga saham-saham tersebut merosot antara 13% hingga 34%.
Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat 7,38% ke level 6.007,6 dari posisi pekan lalu 5.594,7.
Kapitalisasi pasar BEI pun melonjak 7,31% menjadi Rp 10.524 triliun, bertambah Rp 717 triliun.
Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini
Berikut adalah saham-saham dengan penurunan terdalam selama sepekan:
- PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM): turun 34,09% menjadi Rp 116
- PT Asiaplast Industries Tbk (APLI): turun 25,44% menjadi Rp 252
- PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA): turun 23,04% menjadi Rp 177
- PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE): turun 19,75% menjadi Rp 260
- PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI): turun 19,5% menjadi Rp 128
- PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA): turun 19,38% menjadi Rp 97
- PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO): turun 18,84% menjadi Rp 336
- PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA): turun 17,42% menjadi Rp 109
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO): turun 17,16% menjadi Rp 7.000
- PT Roda Vivatex Tbk (RDTX): turun 13,98% menjadi Rp 14.300
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian pekan ini turun 7,07% menjadi Rp 25,06 triliun.
Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 4,14% menjadi 2,51 juta kali, dan rata-rata volume transaksi harian meningkat 7,46% menjadi 36,14 miliar lembar saham.
Investor asing pada Jumat mencatatkan net buy sebesar Rp 287,84 miliar. Namun, sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan net sell kumulatif Rp 67,344 triliun.